Palembang, JITOE.com – Minat investor terhadap pembangunan Pelabuhan Samudera Tanjung Carat terus menguat. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mencatat sejumlah pihak telah menyatakan ketertarikan untuk terlibat dalam pengembangan proyek strategis tersebut.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan investor dari Cina menunjukkan minat membangun jalur kereta api sepanjang sekitar 250 kilometer sebagai infrastruktur pendukung utama pelabuhan. Jalur rel tersebut direncanakan menghubungkan kawasan pelabuhan dengan pusat-pusat produksi di Sumatera Selatan.
“Peminat dari Cina untuk rel kereta api sudah datang. Hutama Karya juga sudah menyampaikan minatnya untuk membangun jalan tol,” kata Gubernur Sumsel Herman Deru.
Dia menjelaskan masuknya minat dari berbagai investor menjadi sinyal kesiapan proyek untuk segera memasuki tahap pembangunan. Pemerintah daerah saat ini fokus memastikan seluruh persiapan teknis dan administratif berjalan sesuai rencana.
“Konsorsium yang berminat ini cukup banyak karena Tanjung Carat sangat potensial. Kita harus cermat dan berhati-hati agar saat launching atau groundbreaking nanti, mereka bisa langsung bekerja tanpa jeda waktu yang lama,” terangnya.
Deru menyebutkan, pelaksanaan groundbreaking Pelabuhan Samudera Tanjung Carat ditargetkan dapat dilakukan pada awal tahun 2026, yakni pada Januari atau Februari. Proyek ini dinilai telah siap untuk memasuki tahap konstruksi awal.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan tol dan jalur kereta api menjadi faktor penting agar pelabuhan dapat langsung terintegrasi dengan sistem logistik regional sejak mulai beroperasi.(*)












