Pali, JITOE.com – Meski rasio elektrifikasi Sumatera Selatan kini telah mencapai lebih dari 99 persen, ternyata masih ada enam desa yang belum merasakan aliran listrik. Seluruh desa itu diketahui berada di kawasan hutan lindung, dan hingga kini pemerintah tengah berupaya mencari jalan keluar agar masyarakat di sana tidak terus tertinggal.
“Saat ini 6 desa yang tersisa berada di hutan lindung sedang diupayakan solusinya agar tak tertinggal,” kata Gubernur Sumsel Herman Deru saat meresmikan penyulang listrik baru di Desa Talang Bulang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Rabu (26/06/2025).
Deru mengungkapkan, kendala yang dihadapi pada enam desa tersebut bukan sekadar teknis, tetapi juga berkaitan dengan perizinan kawasan konservasi. Ia memastikan, saat ini berbagai opsi sedang dibahas agar masyarakat di desa itu tetap bisa menikmati listrik tanpa melanggar aturan kehutanan yang berlaku.
Herman Deru menyebut akses listrik kini sudah menjangkau hampir seluruh pelosok daerah. Dalam peresmian tersebut, ia juga menyampaikan bahwa total ada 5.636 pelanggan baru di wilayah PALI yang kini dapat menikmati listrik dengan tegangan 220 volt secara stabil.
Tak hanya sekadar menyalakan lampu, kehadiran listrik menurut Deru telah membantu banyak sektor.
“Anak-anak kita bisa belajar dengan nyaman. Ibu-ibu bisa memasak dengan peralatan listrik. Internet pun lancar. Semua ini berkat listrik yang stabil,” jelas Herman Deru.
Untuk menjamin distribusi listrik yang lebih merata, penyulang baru ini dibangun sebagai solusi atas tingginya beban yang sebelumnya ditanggung dua penyulang utama di wilayah tersebut. Peningkatan beban listrik di PALI sendiri cukup signifikan, dari 13,5 megawatt (MW) pada 2022 menjadi 15,9 MW di tahun ini.
General Manager PLN UID S2JB Adhi Herlambang menambahkan, penyulang kapal ini akan melayani empat kecamatan di PALI yaitu Talang Ubi, Penukal, Penukal Utara, dan Abab. Keberadaan penyulang ini diharapkan bisa memperbaiki kualitas tegangan dan mengurangi risiko pemadaman.
Adhi juga menjelaskan bahwa operasional penyulang kapal tak hanya berdampak secara teknis, tapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal. Dengan distribusi listrik yang lebih andal, aktivitas masyarakat pun menjadi lebih produktif dan efisien.
Selain itu, untuk menjaga keberlangsungan jaringan, Gubernur juga telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kepala daerah agar melakukan pemangkasan pohon di sekitar jalur kabel listrik guna mencegah gangguan jaringan, terutama saat musim hujan dan angin kencang.(*)












