Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
PalembangSUMSEL

Waspada! Hujan Intens Picu Kenaikan Debit Sungai Musi Hingga 4,61 Meter

×

Waspada! Hujan Intens Picu Kenaikan Debit Sungai Musi Hingga 4,61 Meter

Sebarkan artikel ini
Waspada! Hujan Intens Picu Kenaikan Debit Sungai Musi Hingga 4,61 Meter
Dok. Diskominfo Palembang

Palembang, JITOE.com – Debit Sungai Musi di Kota Palembang mengalami lonjakan signifikan setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Sumatera Selatan dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan muka air terpantau dari sistem pemantauan resmi di sejumlah titik.

Berdasarkan catatan Automatic Water Level Recorder (AWLR) di pos pantau Sekanak, Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Musi tercatat mencapai 4,61 meter. Angka ini menunjukkan peningkatan yang cukup tajam dibandingkan kondisi normal.

Ketinggian tersebut berada di atas rata-rata muka air Sungai Musi yang umumnya berkisar di angka 3,5 meter pada peil scale. Selisih lebih dari satu meter ini mencerminkan peningkatan debit air yang patut menjadi perhatian.

Baca Juga:   PJ Walikota Palembang Atasi Karhutla, Dirikan Posko Hingga Beri Insentif

Kepala Tim Pelaporan Monev WRDC dan Sisda Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII, Akson Nurhanafi, menyampaikan lonjakan debit air dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi secara merata di wilayah Sumatera Selatan.

Kondisi kenaikan debit tidak hanya terjadi di Palembang. Di Kabupaten Muara Enim, Sungai Lematang yang dipantau melalui AWLR Modong tercatat mencapai ketinggian 7,1 meter pada Senin sore.

Peningkatan debit air juga terpantau di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin. Sungai Batangharileko tercatat berada pada ketinggian 5,85 meter, sementara Sungai Lalan mencapai 3,98 meter.

Di Kabupaten Banyuasin, Sungai Komering terpantau berada di level 5,84 meter. Sementara itu, di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), ketinggian Sungai Komering tercatat mencapai 3,41 meter.

Baca Juga:   2023, DPD REI Sumsel Targetkan Bangun 17 Ribu Unit Rumah untuk MBR

Akson menyampaikan tingginya debit pada sungai utama berpotensi berdampak langsung terhadap aliran anak sungai. Dalam kondisi hujan ekstrem, aliran air dari anak sungai menuju hilir dapat terhambat dan memicu luapan ke kawasan permukiman.

“Kami berharap masyarakat tidak membuang sampah ke aliran sungai. Sampah yang menumpuk dapat menghambat laju air dan memperbesar risiko banjir saat debit sungai sedang tinggi seperti sekarang,” ungkap Akson.

BBWS Sumatera VIII juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan. Upaya pencegahan seperti membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar sungai dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir.(*)

Example 120x600