Palembang, JITOE.com – Sebanyak 300 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Selatan tercatat belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menetapkan batas waktu hingga awal tahun depan agar seluruh pengelola SPPG segera menyelesaikan pengurusan sertifikasi sebagai syarat kelayakan dapur penyedia makanan MBG.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, menyampaikan bahwa dari total 506 dapur SPPG yang beroperasi di wilayah Sumsel, baru 206 dapur yang telah dinyatakan memenuhi standar dan memiliki SLHS.
“Baru 206 yang memiliki SLHS, sisanya masih dalam proses pemeriksaan,” kata Edward.
Proses pemeriksaan tersebut meliputi sejumlah aspek teknis, di antaranya kualitas air yang digunakan, kebersihan lingkungan dapur, serta keamanan dan kesehatan makanan yang disajikan kepada penerima manfaat program.
Edward Candra menegaskan bahwa Pemprov Sumsel telah memberikan tenggat waktu hingga awal tahun mendatang agar seluruh SPPG melengkapi sertifikat SLHS sebelum program dijalankan secara lebih luas.
“Ini penting untuk menjamin keamanan dan kualitas makanan Program MBG,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala KPPG Palembang, Nurya Hartika Sari, menyampaikan bahwa hingga saat ini Program MBG di Sumatera Selatan telah menjangkau sekitar 1,4 juta penerima manfaat.
Menurutnya, angka tersebut masih di bawah target sebanyak 2,4 juta jiwa, dengan salah satu kendala berasal dari keterbatasan jumlah dapur sehat atau SPPG yang memenuhi persyaratan.
Nurya Hartika Sari menyebutkan bahwa percepatan sertifikasi SLHS dan optimalisasi operasional dapur SPPG menjadi faktor penting untuk memperluas jangkauan Program MBG di Sumatera Selatan.(*)












