Palembang, JITOE.com – Upaya penegakan keamanan di Simpang Macan Lindungan diperketat setelah kasus pemalakan yang menewaskan sopir truk asal Lampung Tengah, Al Kodirin (44). Insiden tersebut mendorong kepolisian menempatkan lokasi itu sebagai area prioritas untuk dibersihkan dari aksi kriminal jalanan.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, menyampaikan dua pelaku sudah berhasil ditangkap, sementara dua lainnya masih dalam proses pencarian. Penyisiran terhadap sisa pelaku terus dilakukan karena kejadian ini dinilai menunjukkan pola kejahatan yang memanfaatkan kemacetan di titik tersebut.
Menurut Harryo, pelaku biasanya bergerak ketika kendaraan melambat atau berhenti karena padatnya arus lalu lintas. Kondisi ini memberikan celah bagi mereka untuk menghampiri sopir, terutama kendaraan besar yang sulit bermanuver saat dipalak.
“Dua pelaku berhasil ditangkap dan dua pelaku lagi sedang diburu,” ungkap Harryo, Kamis (17/11/2025).
Sebagai tindak lanjut, Polrestabes berencana menambah jumlah personel di kawasan yang dikenal kerap terjadi gangguan keamanan ini. Penjagaan akan diatur lebih ketat untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Ia menambahkan meskipun pos kontainer dan petugas sudah ada sebelumnya, pelaku sering memanfaatkan situasi jalan yang tidak lancar. Karena itu, pola pengawasan akan diperbarui agar lebih efektif.
Langkah pengamanan tidak hanya dilakukan oleh kepolisian. Harryo memastikan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP telah dibangun. Kerja sama lintas instansi ini disiapkan untuk membuat sistem pengamanan terpadu di sepanjang jalur yang dianggap rawan.
“Kami sudah koordinasi dengan Pemda, Dishub, dan Satpol PP, mengantisipasi agar kejadian ini tidak terulang,” kata Harryo.
Dengan langkah gabungan tersebut, aparat berharap kawasan Simpang Macan Lindungan dapat kembali menjadi jalur aman bagi pengemudi yang melintas, terutama sopir truk yang paling sering menjadi sasaran pemalakan.(*)












