Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
OKUPalembangSUMSEL

Sumsel Bersiap Naikkan Status Siaga Darurat, Daerah Rawan Diminta Segera Aktifkan Penetapan

×

Sumsel Bersiap Naikkan Status Siaga Darurat, Daerah Rawan Diminta Segera Aktifkan Penetapan

Sebarkan artikel ini
Sumsel Bersiap Naikkan Status Siaga Darurat, Daerah Rawan Diminta Segera Aktifkan Penetapan
Ilustrasi: Banjir | Foto BNPB

Palembang, JITOE.com – Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan bersiap meningkatkan status menjadi siaga darurat banjir dan longsor. Langkah ini menunggu penetapan dari sedikitnya dua pemerintah daerah, sementara hingga kini baru Kabupaten OKU yang sudah menetapkan status siaga.

Kepala BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana menegaskan bahwa syarat kenaikan status di tingkat provinsi baru dapat dilakukan jika ada dua daerah yang telah menetapkan status serupa.

Sebelumnya, BPBD Sumsel menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi banjir dan longsor di OKU Selatan. Dalam kegiatan tersebut, peralatan dan personel mulai disiagakan untuk menghadapi peningkatan curah hujan. Iqbal menjelaskan kenaikan status siaga akan dilakukan dalam waktu dekat sebagai bagian dari upaya mitigasi menghadapi musim penghujan.

Baca Juga:   Jukung Bermuatan BBM Meledak di Sungai Musi, 7 ABK Terluka

“Jadi kita harapkan pemda lain juga secepatnya menaikkan status. Sebab syarat untuk tingkat provinsi menaikkan status (siaga) minimal harus ada dua pemda yang telah berstatus siaga,” tegas Iqbal.

Dia menyampaikan sebagian besar wilayah Sumsel termasuk dalam kawasan rawan hidrometeorologi. Dari keseluruhan wilayah, terdapat 11 kabupaten/kota yang masuk kategori rawan banjir dan longsor, yaitu OKU, OKU Selatan, Empat Lawang, Muara Enim, Lahat, Ogan Ilir, OKI, Muratara, Muba, Mura, dan Banyuasin.

“Informasi BMKG sudah 85% daerah di Sumsel masuk nusim hujan. Potensi banjir dan longsor akan meningkat,” tambahnya.

Baca Juga:   Pemprov Sumsel Tetapkan UMP 2024 Senilai Rp.3,45 Juta Naik 1,55% dari UMP 2022

BMKG juga memprediksi puncak musim hujan di Sumsel akan berlangsung pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Selama periode ini, curah hujan diperkirakan lebih tinggi dan dapat berdampak pada meningkatnya risiko banjir, genangan, serta tanah longsor di wilayah rawan.(*)

Example 120x600