Palembang, JITOE.com – Siswi kelas 7 SMP Negeri 30 Palembang berinisial Elsa, mengaku sempat dicegat orang tidak dikenal yang membawa suntikan ketika berangkat ke sekolah. Cerita itu menyebar di lingkungan sekolah, lalu viral di media sosial sebagai kabar penculikan anak.
Namun setelah diselidiki, polisi memastikan peristiwa itu tidak pernah terjadi dan hanya cerita karangan.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono mengatakan, hasil penyelidikan menunjukkan tidak ada bukti yang mendukung cerita tersebut. Tidak ditemukan saksi, barang bukti, maupun tanda-tanda kekerasan di lokasi yang disebutkan.
“Terkait hal tersebut, orang tua Elsa sudah melakukan klarifikasi dan permohonan maaf karena anaknya telah membuat berita yang tidak benar,” ungkap Harryo, Kamis (06/11/2025).
Cerita itu bermula saat Elsa datang terlambat ke sekolah. Dalam kondisi panik, ia bercerita kepada gurunya bahwa sempat dihadang seseorang yang hendak menculiknya. Cerita itu kemudian berkembang dan menyebar cepat tanpa ada yang sempat memeriksa kebenarannya.
Tim Satreskrim Polrestabes Palembang langsung melakukan pengecekan ke lokasi yang disebutkan. Namun, hasil penelusuran tidak menemukan tanda-tanda kejadian seperti yang diceritakan. Tidak ada aktivitas mencurigakan di sekitar tempat kejadian.
“Kami dari awal sudah curiga. Setelah keterangan saksi-saksi dikumpulkan dan lokasi diperiksa, terbukti cerita tersebut tidak benar,” ujar Harryo.
Fakta sebenarnya, berdasarkan pemeriksaan, pagi itu Elsa hanya disapa seseorang yang tidak ia kenal ketika berangkat ke sekolah. Karena takut, ia sempat kembali ke rumah sebelum akhirnya berangkat lagi. Dari kepanikan itu, muncul cerita yang akhirnya berkembang menjadi kabar penculikan.
“Jadi memang ada seseorang menyapa, tapi tidak ada unsur ancaman. Dari situ kepanikan anak ini memicu cerita yang salah,” pungkasnya.(*)












