Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
PalembangSUMSEL

Kisah Menyentuh Warga Australia Kembalikan Songket Berusia 1 Abad ke Palembang

×

Kisah Menyentuh Warga Australia Kembalikan Songket Berusia 1 Abad ke Palembang

Sebarkan artikel ini
Kisah Menyentuh Warga Australia Kembalikan Songket Berusia 1 Abad ke Palembang

Palembang, JITOE.com – Sebuah kisah langka datang dari Palembang. Selembar kain songket berusia lebih dari satu abad akhirnya kembali ke tanah asalnya setelah puluhan tahun tersimpan di loteng sebuah rumah di Australia. Kain berharga itu bukan sembarang kain — songket bermotif Limar Bunga Cogan, tenun khas Palembang yang dulu hanya dikenakan oleh kaum bangsawan.

Kain yang kini bernilai hingga Rp100 juta itu dibawa langsung oleh Pete Muskens (70), warga Australia yang merasa bertanggung jawab untuk mengembalikannya. Kain tersebut telah diwariskan kepadanya dari sang ayah, seorang pengacara Belanda yang pernah bertugas di Indonesia sekitar tahun 1945 hingga 1951. Dikisahkan, kain itu dahulu diterima sebagai pelunasan utang dari seorang pilot dan sejak itu tersimpan puluhan tahun di rumah keluarga Muskens.

“Kain ini kami simpan rapi di loteng rumah keluarga Muskens selama puluhan tahun, bahkan sempat dijadikan taplak meja,” cerita Pete saat menyerahkan kain itu kepada Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Rabu (29/10/2025).

Baca Juga:   Harga Komoditas Berpotensi Naik, Pemprov dan TPID Sumsel Siaga Jelang Ramadan

Ia mengaku baru mengetahui asal-usul kain tersebut setelah berkunjung ke sebuah museum di Sumatera Barat beberapa bulan lalu dan melihat kain serupa dipajang sebagai warisan budaya Palembang.

Rasa penasaran membawanya menelusuri lebih jauh. Setelah mencari informasi melalui internet, Pete akhirnya mengetahui bahwa kain yang dimilikinya ternyata memiliki akar sejarah yang dalam. Ia kemudian menghubungi pihak Museum Sultan Mahmud Badaruddin II melalui pertemuan daring dan memutuskan untuk menyerahkannya secara langsung kepada Pemerintah Kota Palembang.

Wali Kota Ratu Dewa menyambut langkah mulia Pete Muskens itu dengan penuh apresiasi. Menurutnya, tindakan tersebut bukan hanya soal mengembalikan benda antik, tetapi juga menghidupkan kembali jati diri dan sejarah panjang masyarakat Palembang.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Mr. Pete Muskens. Luar biasa, bagaimana Mr. Pete Muskens mengamankan aset ini, bahkan kalau kata orang Palembang digendongnya dari Australia sampai ke Palembang,” kata Ratu Dewa.

Dia menegaskan bahwa Songket Limar Bunga Cogan memiliki nilai budaya yang tinggi karena dibuat menggunakan benang emas dan teknik tenun halus khas Palembang. Kain berukuran sekitar 80 x 200 sentimeter ini akan disimpan di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dengan penjagaan khusus agar masyarakat dapat melihat secara langsung bukti keindahan warisan leluhur tersebut.

Baca Juga:   Pemkot Palembang akan Lelang Kendaraan Dinas untuk Tambah PAD, Berminat?

Para penggiat songket menilai, kain yang dikembalikan itu kemungkinan besar dibuat pada awal abad ke-20 dan digunakan dalam upacara adat oleh kalangan bangsawan. Proses pembuatannya tidak sederhana, membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan, serta dikerjakan dengan tangan oleh para perajin tradisional. Nilainya kini ditaksir mencapai Rp80 hingga Rp100 juta karena faktor sejarah dan keasliannya yang masih terjaga.

Pemerintah Kota Palembang berharap kembalinya songket bersejarah ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian warisan budaya daerah. Selain akan menjadi koleksi unggulan museum, keberadaan kain tersebut juga diharapkan mampu menarik minat wisatawan dan memperkenalkan kembali Palembang sebagai salah satu pusat seni tenun tradisional terbaik di Indonesia.(*)

Example 120x600