Palembang, JITOE.com – Ratusan kasus penyelundupan dan pelanggaran cukai berhasil dibongkar Bea Cukai Sumatera Bagian Timur (Sumbagtim) sepanjang satu tahun terakhir. Dari hasil operasi yang digelar sejak Oktober 2024 hingga September 2025 itu, petugas mengamankan jutaan batang rokok tanpa cukai dan ribuan liter minuman keras ilegal yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Barang bukti hasil penindakan tersebut dimusnahkan di halaman Kantor Bea Cukai Palembang, Rabu (29/10/2025) pagi. Pemusnahan disaksikan langsung Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, bersama perwakilan instansi terkait. Ia menilai langkah tegas Bea Cukai menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah menekan peredaran barang ilegal di masyarakat.
“Saya mengapresiasi atas kenirja dan keberhasilan pengungkapan oleh Bea Cukai Sumbagtim. Semoga ke depanya dapat ditingkatkan lagi, dengan cara Humanis. Nantinya hal tersebut akan menumbuhkan kesadaran dari masyarakat, untuk membayar pajak dan lainnya,” ujar Herman Deru.
Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagtim, Agus Yulianto, menjelaskan selama periode tersebut tercatat 824 penindakan di berbagai bidang. Dari jumlah itu, 640 kasus merupakan pelanggaran cukai dengan potensi kerugian negara mencapai lebih dari Rp23,7 miliar. Barang bukti yang diamankan terdiri dari 29,8 juta batang rokok ilegal dan sekitar 14 ribu liter minuman beralkohol tanpa izin edar.
Selain di bidang cukai, pihaknya juga menindak 140 kasus pelanggaran kepabeanan yang melibatkan berbagai jenis barang larangan dan pembatasan. Agus menyebut langkah tersebut penting untuk melindungi industri dalam negeri sekaligus memastikan keamanan konsumen dari produk yang tak memenuhi standar.
Penindakan di bidang narkotika juga mencatat hasil signifikan. Sebanyak 44 kasus berhasil diungkap dengan total nilai barang mencapai Rp356,8 miliar. Menurut Agus, hasil tersebut setara dengan penyelamatan lebih dari 1,3 juta jiwa dari bahaya narkoba.
“Capaian ini adalah hasil kerja sama seluruh jajaran Bea Cukai bersama pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan masyarakat. Kami akan terus menjaga integritas serta memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan layanan kepabeanan dan cukai yang modern, transparan, dan berkeadilan,” kata Agus.(*)












