Palembang, JITOE.com – Kepanikan melanda warga Kelurahan Talang Bubuk, Kecamatan Plaju, Palembang, ketika api tiba-tiba menyembur dari tanah saat pengerjaan pelebaran parit berlangsung, Sabtu (11/10/2025) pagi. Sumber api diketahui berasal dari pipa gas alam yang bocor di Jalan Kapten Abdullah, Gang Perguruan.
Menurut keterangan warga, kobaran api muncul usai alat jack hammer yang digunakan pekerja menghantam bagian bawah jalan. Api langsung menyembur ke udara dan membuat pekerja serta warga sekitar berhamburan menjauh.
Salah satu saksi mata, Ridwan, mengatakan bahwa sebelum api muncul, sudah terdengar suara gas keluar dari tanah. Namun, api baru terlihat setelah galian diperbesar dan alat bor bergesekan dengan batu.
“Awalnya cuma keluar gas, belum ada api. Begitu lubangnya diperbesar dan snapper (alat bor) kena batu, langsung keluar percikan dan menyembur api,” tuturnya.
Ridwan menambahkan, posisi pipa gas di lokasi itu terlalu dekat dengan permukaan tanah, sehingga mudah terkena saat dilakukan penggalian. Beruntung, tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut.
Tak lama setelah insiden, petugas dari PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) langsung datang untuk mengamankan area dan menghentikan semburan. Warga sempat berinisiatif memadamkan api dengan menyiramkan air serta menimbun area bocoran menggunakan pasir.
Irwansyahruddin, staf teknis keluhan PT SP2J, menyebutkan bahwa kebocoran pipa sudah terjadi sebelum alat jack hammer digunakan. Percikan yang timbul dari alat berat itulah yang kemudian memicu api.
“Gasnya memang sudah bocor. Saat alat jack hammer menimbulkan percikan, langsung tersulut jadi api,” jelasnya.
Setelah dilakukan penanganan, tim SP2J menutup kebocoran dan menyambung kembali pipa yang rusak. Irwansyahruddin menegaskan bahwa pekerja harus lebih berhati-hati dan menghindari penggunaan alat berat saat ada indikasi kebocoran gas.
“Kami sudah perbaiki dan sambung ulang pipa. Ke depan, kalau ada kebocoran sekecil apa pun, jangan gunakan jack hammer agar tidak memicu percikan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur PT SP2J Ujang Panggarbesi memastikan kondisi jaringan gas di kawasan tersebut kini sudah normal. Ia mengatakan, kebocoran disebabkan oleh aktivitas galian proyek yang tidak mengetahui keberadaan pipa di bawah tanah.
“Benar, pipa gas bocor karena terkena alat galian proyek PU. Tapi begitu dilaporkan, tim langsung turun memperbaiki. Sekarang sudah aman dan berfungsi seperti biasa,” ungkapnya.
Ujang juga mengimbau agar pihak pelaksana proyek di wilayah Palembang berkoordinasi dengan SP2J sebelum melakukan pekerjaan galian, terutama di kawasan yang terdapat jaringan pipa gas. Langkah itu dinilai penting agar insiden serupa tidak terulang.(*)












