Palembang, JITOE.com – Menjelang musim hujan, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengeluarkan instruksi tegas kepada camat dan lurah agar tidak ragu membongkar bangunan yang berdiri di atas saluran air. Langkah ini dianggap penting karena banyaknya keluhan warga yang menilai bangunan liar menjadi pemicu banjir ketika hujan deras.
“Untuk menertibkan dan membongkar bangunan penyebab banjir, saya minta camat dan lurah mulai melakukan pengecekan ke lapangan, pendataan serta berkoordinasi dengan instansi terkait,” kata Ratu Dewa.
Menurutnya, upaya pencegahan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pembersihan saluran, tetapi juga harus memastikan aliran air tidak terhambat oleh bangunan yang melanggar aturan.
Selain penertiban, Pemkot Palembang juga menyiapkan tim khusus beranggotakan 500 personel di bawah Dinas PUPR. Tim ini akan siaga di titik-titik rawan genangan air, sehingga penanganan banjir dapat dilakukan dengan cepat ketika curah hujan tinggi melanda kota.
Dari sisi infrastruktur, pemerintah berencana memperkuat tanggul Sungai Bendung sepanjang 5,9 kilometer. Proyek yang dijadwalkan mulai pada tahun anggaran 2026 itu juga meliputi pengerukan dan penataan kolam retensi. Kolam yang diperdalam nantinya berfungsi sebagai area resapan air sekaligus ruang publik bagi warga sekitar.
Melalui kombinasi penertiban, penyiapan personel siaga, hingga pembangunan infrastruktur, Pemkot Palembang berharap permasalahan banjir yang kerap melanda kawasan permukiman dan jalan utama dapat diminimalisir.(*)












