Palembang, JITOE.com – Program edukasi untuk ibu hamil kini digencarkan di seluruh kelurahan di Kota Palembang. Langkah ini dijalankan agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar mengenai cara merawat bayi sejak dini.
Ketua Tim Penggerak PKK Palembang, Dewi Sastrani, menjelaskan program tersebut merupakan salah satu strategi pemerintah kota dalam mengurangi kasus stunting. Ia menegaskan edukasi kesehatan menjadi bagian penting selain pemberian makanan tambahan.
Menurut Dewi, upaya penanganan stunting tidak cukup hanya mengandalkan bantuan gizi. Pemkot Palembang juga mengutamakan pemeriksaan kesehatan ibu hamil, penguatan peran kader posyandu, serta penyuluhan yang rutin dilakukan di tingkat kelurahan.
Ia menambahkan, target pemerintah kota pada tahun 2025 adalah menurunkan angka stunting hingga mencapai standar nasional sebesar 18,8 persen. Karena itu, berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat terus digalakkan.
“Keberhasilan menekan angka stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga kerja bersama. Keluarga adalah kunci utama. Jika ibu-ibu disiplin memberi gizi seimbang di rumah, Insya Allah generasi kita akan sehat, kuat, dan cerdas,” kata Dewi.
Ia juga mengingatkan bahwa stunting bukan sekadar persoalan kesehatan saat ini, tetapi menyangkut masa depan. Anak-anak yang terhindar dari stunting akan menjadi bagian dari generasi emas Indonesia pada tahun 2045 mendatang.
Dewi turut mengajak para ibu hamil untuk rutin memeriksakan kandungan ke fasilitas kesehatan terdekat. Ia menyebut, kurangnya perhatian pada tumbuh kembang janin menjadi salah satu penyebab stunting yang sering tidak disadari.
Berdasarkan catatan terbaru, angka stunting di Kota Palembang telah mengalami penurunan, dari 170 menjadi 167 kasus. Pemerintah kota berharap tren positif ini dapat terus berlanjut, sehingga semakin banyak anak-anak yang terbebas dari masalah tersebut.(*)












