Palembang, JITOE.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui BPBD mengajukan perpanjangan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) demi menjaga kelembapan lahan gambut di wilayah rawan kebakaran, seperti OKI, Muba, dan Banyuasin. Usulan ini menyusul selesainya tahap pertama OMC yang telah berlangsung sejak 13 Juli lalu.
Permohonan perpanjangan itu kini masih menunggu keputusan dari BNPB pusat. Jika disetujui, OMC akan kembali dilakukan guna menurunkan hujan buatan di wilayah yang dinilai paling berisiko menghadapi musim kemarau.
Menurut Kalaksa BPBD Sumsel, M. Iqbal Alisyahbana, langkah ini diperlukan agar risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bisa ditekan sejak dini, terutama di kawasan dengan karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar saat kemarau.
“Ya, kita masih menunggu keputusan dari bapak Kepala Badan, melihat kondisi cuaca perkiraan BMKG, apabila memungkinkan kita harapkan OMC akan diperpanjang,” lata Iqbal.
Ia menjelaskan curah hujan yang sempat turun di Palembang dan sekitarnya kemungkinan besar merupakan kombinasi antara pengaruh OMC dan cuaca alami. Dalam keterangannya, Iqbal menyebutkan OMC tahap pertama dijadwalkan berlangsung selama lima hari dan berakhir pada 17 Juli.
Meski BMKG telah menyatakan Sumsel memasuki musim kemarau, Iqbal menambahkan tahun ini hari tanpa hujan tidak sebanyak tahun lalu.
“Tahun ini, hari tanpa hujan tidak separah tahun lalu, jadi masih ada peluang hujan meski BMKG menyatakan kita sudah memasuki musim kemarau,” tambah Iqbal.
Sebagai bagian dari upaya kesiapan menghadapi ancaman karhutla, BPBD juga akan menggelar apel siaga pada 29 Juli mendatang. Pihaknya masih menunggu konfirmasi kehadiran Menkopolhukam RI yang dijadwalkan memimpin langsung apel tersebut.
Iqbal berharap peran serta semua pihak, baik dari pemerintah maupun instansi terkait, dapat mendukung kelanjutan OMC maupun apel siaga demi meminimalkan dampak musim kemarau di Sumsel.(*)












