Palembang, JITOE.com – Awal tahun 2025 menjadi sinyal positif bagi iklim investasi di Sumatera Selatan. Selama triwulan pertama, realisasi nilai investasi di provinsi ini tembus Rp13,72 triliun. Dari jumlah itu, Singapura dan China tercatat sebagai dua negara dengan investasi asing tertinggi.
Data yang dihimpun Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel mencatat, dari total investasi tersebut, Rp9,84 triliun berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sedangkan sisanya Rp3,88 triliun berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA).
Singapura menyumbang Rp1,65 triliun, sementara China menanamkan Rp1,17 triliun. Sektor yang menjadi magnet investasi antara lain pertambangan, energi listrik, industri kimia, farmasi, tanaman pangan, perkebunan hingga peternakan.
Sekretaris Daerah Sumsel, Edward Chandra, memastikan proses perizinan kini tak lagi menyulitkan. Dengan sistem online yang terpusat, para investor cukup mengunggah data dan dokumen yang akan langsung terpantau dalam satu layar digital.
“Bagi pemilik modal yang akan berinvestasi memanfaatkan potensi provinsi ini, akan difasilitasi mulai mengurus perizinan hingga melakukan persiapan lainnya,” beber Edward Chandra, Selasa (15/07/2025).
Menurutnya, ini merupakan bentuk dukungan terhadap pertumbuhan investasi yang lebih sehat dan kompetitif.
Sementara itu, Plt Sekretaris DPMPTSP Sumsel, Eko Agusrianto menambahkan bahwa target investasi dalam RPJMD Sumsel mencapai Rp42,5 triliun. Melihat tren saat ini, capaian target tersebut dinilai realistis.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga momentum kepercayaan investor dengan terus memperbaiki pelayanan, transparansi, dan keamanan berusaha di daerah.(*)












