Palembang, JITOE.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan menggelar program retret pelajar pertama di Indonesia menggunakan pendekatan semi-militer. Retret bertajuk ‘Laskar Pandu Sastria’ ini menyasar pelajar yang mengalami kesulitan beradaptasi di sekolah umum, dan akan dimulai pada Juli 2025.
Gubernur Sumsel Herman Deru menjelaskan program ini disiapkan sebagai bentuk pembinaan khusus, terutama bagi anak-anak yang dinilai menghadapi tantangan serius dalam proses belajar di lingkungan formal.
Kegiatan retret akan berlangsung selama 14 hari, bertepatan dengan libur sekolah agar tidak mengganggu jadwal belajar peserta. Lokasi pelatihan dipusatkan di Bumi Perkemahan Gandus dan sejumlah pusat pelatihan milik pemerintah provinsi yang memiliki fasilitas lengkap.
Deru menegaskan, retret ini tidak hanya menekankan pelatihan fisik seperti dalam metode TNI-Polri, tetapi juga menyentuh aspek psikologis, spiritual, dan kedisiplinan yang dikemas sesuai dengan usia dan kondisi peserta.
Selain pembinaan fisik dan mental, para peserta juga akan mendapatkan sesi penguatan nilai keagamaan serta pendekatan psikologi perkembangan anak. Para pelatih yang dilibatkan berasal dari berbagai unsur, termasuk tenaga pendidik dan profesional.
Program ini diinisiasi langsung oleh Gubernur bersama Wakil Gubernur Sumsel dan menjadi bagian dari upaya menciptakan generasi muda yang lebih tangguh serta siap menghadapi tantangan sosial maupun akademik.
Untuk dapat mengikuti retret ini, pelajar diwajibkan memenuhi beberapa syarat administratif, seperti persetujuan orang tua atau wali, surat keterangan sehat dari dokter, dan komitmen mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga tuntas.
Meski jadwal pastinya belum diumumkan, Herman Deru memastikan segala persiapan teknis terus dimatangkan agar kegiatan ini dapat berjalan optimal dan memberikan dampak signifikan bagi pembinaan karakter pelajar di Sumsel.(*)












