Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
MubaSUMSEL

Dihantam Tongkang 7.000 Ton, Jembatan Lalan Kini Dibangun Ulang

×

Dihantam Tongkang 7.000 Ton, Jembatan Lalan Kini Dibangun Ulang

Sebarkan artikel ini
Dihantam Tongkang 7.000 Ton, Jembatan Lalan Kini Dibangun Ulang
Foto: Humas Pemprov Sumsel

Muba, JITOE.com – Setelah sembilan bulan terputus akibat ditabrak tongkang batubara, perbaikan Jembatan P6 Lalan di Musi Banyuasin mulai dikebut. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menargetkan proyek rampung dalam enam bulan, lebih cepat dari jadwal awal sepuluh bulan. Ia menegaskan bahwa insiden ini bukan sekadar kecelakaan, tapi dampak dari kelalaian yang menghambat aktivitas ribuan warga.

Revitalisasi jembatan ini mencakup penggantian dua bentang yang ambruk—sepanjang 80 meter dan 60 meter—dengan satu bentang tunggal sepanjang 140 meter. Langkah ini diambil untuk memperlebar jalur sungai dan memudahkan lalu lintas transportasi air yang selama ini tersendat.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Sumsel, Afandi, menjelaskan tabrakan dengan tongkang seberat 7.000 ton menyebabkan keruntuhan struktur. Kini, desain baru jembatan dirancang agar lebih kokoh dan ramah bagi alur pelayaran di bawahnya.

Baca Juga:   621 Warga Lubuklinggau Dicoret dari Bansos PKH, Terindikasi untuk Judi Online

Dalam proses pengerjaannya, tim teknis menghadapi tantangan besar, termasuk harus mengevakuasi material bekas jembatan yang tenggelam di dasar sungai. KSOP disebut akan menggunakan metode blasting (peledakan ringan) agar puing-puing bisa segera diangkat, terutama demi menjaga keselamatan pelayaran saat air surut.

Selain faktor teknis, mobilitas kapal yang tinggi di kawasan tersebut juga harus diperhitungkan. Maka, jadwal pengerjaan fisik jembatan akan disesuaikan dengan waktu lalu lintas kapal menggunakan sistem “window time” agar tidak terjadi gangguan dua arah.

Afandi menambahkan, karena jembatan ini masuk kategori jembatan khusus dengan bentang panjang, Komite Keselamatan Jembatan dan Terowongan (KKJT) turut dilibatkan untuk memastikan aspek keselamatan dan teknis sesuai standar nasional.

Baca Juga:   Pemkot Palembang "Jemput Bola" Menuju Pengguna KIS 100%

“Dengan bentang yang lebih panjang ini masuk dalam kategori jembatan khusus. Maka dari itu kami menggandeng KKJT,” ungkap Afandi, Senin (20/05/2025).

Jembatan penghubung sepanjang 320 meter ini sebelumnya terdiri dari lima bentang utama. Sejak dua bentang utama ambruk, akses warga sekitar terputus total. Akibatnya, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat ikut terhambat, termasuk distribusi logistik dan perjalanan antarwilayah.

Gubernur Herman Deru yang mencanangkan langsung dimulainya pengerjaan pada 15 Mei 2025, meminta semua pihak terkait, termasuk KSOP, aparat keamanan, dan warga, mendukung kelancaran proyek. Ia berharap jembatan sudah bisa digunakan saat perayaan Tahun Baru 2026.(*)

Example 120x600