Palembang, JITOE.com – Setelah menyasar rumah tangga miskin, program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) kini diperluas ke sekolah, perkantoran, hingga panti sosial. Langkah ini dilakukan untuk memperluas dampak program yang selama ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui ketahanan pangan mandiri di lingkungan terkecil.
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel mencatat sekitar 26 ribu rumah tangga telah terlibat dalam GSMP. Namun, jumlah tersebut diperkirakan lebih besar karena belum semua peserta tercatat secara resmi, terutama dari lingkungan kantor dan lembaga swasta.
“Angkanya kemungkinan bisa lebih banyak karena tidak terdata semuanya. Seperti di perusahaan, perkantoran ataupun dinas-dinas,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Effendi, Kamis (25/04/2025).
Program yang diluncurkan sejak 2021 ini sedang dipetakan ulang oleh pemerintah provinsi. Pemetaan dilakukan untuk memastikan wilayah mana saja yang sudah menjalankan GSMP dan menetapkan target capaian baru. Jika cakupan sudah mencapai 90 persen pada 2024, target tahun ini adalah mencakup 100 persen desa dan kelurahan di Sumsel.
“Khusus di RT sasarannya 1.020 RT di seluruh Kabupaten/kota yang akan dilakukan bertahap,” tambahnya.
Pemerintah juga mendorong masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk mengganti tanaman hias dengan tanaman pangan seperti cabai, bawang, dan terong. Aktivitas ini bisa dilakukan di pekarangan rumah meski lahannya terbatas.
Kolaborasi dengan berbagai pihak juga digencarkan agar implementasi program berjalan maksimal. Pemerintah daerah menggandeng BUMN, BUMD, organisasi kepemudaan, serta kelompok perempuan dan masyarakat umum.
Program GSMP disebut mampu memberikan dampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga, mengendalikan inflasi, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di tengah tekanan ekonomi.(*)












