Palembang, JITOE.com – Mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang selama periode angkutan Lebaran 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang menambah tiga kereta kelas ekonomi. Dengan penambahan ini, kapasitas total tempat duduk meningkat menjadi 6.996 kursi.
Penambahan gerbong tersebut diterapkan pada rangkaian kereta api Rajabasa yang melayani rute Kertapati-Tanjungkarang. Kebijakan ini berlaku mulai 21 Maret hingga 11 April 2025 sebagai bagian dari upaya KAI dalam mengakomodasi kebutuhan transportasi masyarakat selama mudik Lebaran.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan bahwa formasi baru KA Rajabasa kini terdiri dari delapan kereta ekonomi (K3) dan satu kereta makan pembangkit (KMP3). Sebelumnya, kereta ini hanya memiliki lima kereta ekonomi dan satu kereta makan pembangkit.
Aida mengungkapkan bahwa langkah ini dilakukan bersama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan guna mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat dari Sumatera Selatan menuju Lampung dan sebaliknya selama masa angkutan Lebaran.
“Tingginya minat masyarakat untuk mudik Lebaran menggunakan kereta api kelas ekonomi juga menjadi alasan penambahan kapasitas tiga kereta pada KA Rajabasa,” kata Aida, Rabu (19/03/2025)
Dengan adanya tambahan gerbong, total ketersediaan tiket pada masa angkutan Lebaran 2025 meningkat sebesar 1,13 persen. Jumlah tempat duduk yang awalnya hanya 52.228 kini bertambah menjadi 59.224 dengan kapasitas harian mencapai 2.692 kursi.
KAI mengimbau masyarakat yang ingin menggunakan KA Rajabasa untuk terus memantau ketersediaan tiket melalui aplikasi Access by KAI atau platform pemesanan tiket yang telah bekerja sama dengan KAI.
Menurut Aida, hingga saat ini sudah 49.451 tiket terjual, atau sekitar 83 persen dari total kapasitas 59.224 kursi yang tersedia. Diperkirakan puncak arus mudik dengan kereta api akan terjadi pada H-3 dan H-2 Lebaran, yakni pada 28 dan 29 Maret 2025. Okupansi tiket pada tanggal tersebut sudah melebihi 100 persen, menandakan tingginya permintaan dari masyarakat.
“Data ini masih dapat berubah seiring dengan berjalannya proses penjualan tiket yang masih berlangsung hingga saat ini,” tutup Aida.












