Palembang, JITOE.com – BMKG menghimbau masyarakat Sumatera Selatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir yang diprediksi terjadi pada pertengahan Maret 2025.
Menurut Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Siswanto, kondisi cuaca ekstrem yang berlangsung di wilayah tersebut dipengaruhi oleh intensitas hujan sedang hingga lebat. Fenomena ini dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, di berbagai daerah.
Sejumlah wilayah di Sumatera Selatan, seperti Musi Rawas, Musi Rawas Utara, OKU Selatan, OKU, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, Penukal Abab Lematang Ilir, dan Palembang, telah mengalami dampak dari curah hujan tinggi yang terjadi sejak awal Maret 2025.
Curah hujan yang meningkat turut berdampak pada beberapa aliran sungai utama di Sumsel, di antaranya Sungai Ogan, Sungai Komering, Sungai Lematang, dan Sungai Kikim yang melintasi daerah OKU, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir, dan Lahat. Selain itu, Sungai Rupit dan Sungai Muara Kelingi yang bermuara di Muratara, Lubuk Linggau, dan Musi Rawas juga berpotensi meluap.
Akibatnya, sejumlah kabupaten dan kota yang dilalui sungai-sungai tersebut harus lebih waspada terhadap kemungkinan banjir, genangan air, longsor, serta kerusakan infrastruktur seperti jalan dan jembatan.
BMKG mengimbau warga untuk terus mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi yang tersedia. Peringatan ini ditujukan agar masyarakat lebih siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi yang dapat berlangsung dalam sepekan ke depan.(*)












