Palembang, JITOE.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang terus berupaya mengendalikan penyebaran nyamuk Aedes aegypti, faktor utama penyebab demam berdarah dengue (DBD). Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyediakan layanan fogging gratis di 18 kecamatan di Palembang.
“Kami ada layanan fogging gratis di 18 wilayah kecamatan melalui puskesmas, kecamatan, kelurahan, dan dari Dinkes Palembang juga ada untuk menangani kasus DBD,” kata Kepala Dinkes Palembang Fenty Aprina di Palembang, Selasa (11/02/2025).
Menurut Fenty, sebelum dilakukan pengasapan, petugas akan melakukan pemeriksaan lingkungan terlebih dahulu. Jika ditemukan banyak jentik nyamuk di sekitar 20 rumah warga, maka fogging akan segera dilakukan guna mencegah penyebaran DBD.
Selain fogging, Dinkes Palembang juga menggalakkan program 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk, serta mendaur ulang barang-barang bekas. Upaya ini bertujuan untuk menghambat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti agar tidak menyebarkan virus DBD.
“Selain itu pembagian abate terus kami lakukan karena itu bagian dari gerakan serentak PSN DBD di tingkat kecamatan,” katanya.
Fenty menambahkan bahwa pihaknya terus membagikan abate sebagai bagian dari gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) DBD di tingkat kecamatan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi jumlah kasus DBD di Palembang.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Palembang, Yudi Setiawan, melaporkan bahwa pada Januari 2025 terdapat 50 kasus DBD yang tercatat di Palembang. Bahkan, satu warga dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit ini.
Dinkes Palembang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap DBD, terutama saat musim hujan, dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat.(*)












