Palembang – JITOE.com – Batu bara masih menjadi salah satu sektor unggulan di Sumatera Selatan dengan potensi cadangan yang melimpah. Namun, tantangan dalam sistem transportasi dan distribusi masih menjadi kendala utama dalam pemanfaatannya secara maksimal.
Hal itu diungkapkan Pj. Gubernur Sumsel, Elen Setiadi, saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Refleksi Pembangunan Ekonomi di Sumatera Selatan dan Strategi Akselerasi Pembangunan Kedepan diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) Sumsel di Griya Agung, Sabtu (01/02/2025).
“Terkait batu bara kita masih terkendala untuk transportasinya. Potensi ini sangat besar untuk bisa kita manfaatkan karena cadangannya masih cukup banyak dan kebutuhan pasar global masih cukup luas untuk bisa kita penuhi,” kata Elen.
Mengatasi kendala tersebut, Pemerintah Provinsi Sumsel berencana membangun lima flyover serta pelabuhan baru guna memperlancar distribusi batu bara, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Meskipun demikian, Elen juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa ketergantungan terhadap batu bara sebagai sumber daya utama perlu segera diantisipasi, mengingat tren global yang mulai beralih ke energi terbarukan. Oleh karena itu, diperlukan strategi diversifikasi ekonomi agar Sumsel tidak hanya bergantung pada sektor sumber daya alam semata.
Elen menegaskan bahwa sumber daya alam seperti batu bara harus dimanfaatkan dengan bijak, tetapi tidak boleh menjadi satu-satunya tumpuan ekonomi daerah.
Dalam upaya menghadapi tantangan tersebut, Pemprov Sumsel bersama berbagai pihak mulai merancang strategi pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Salah satu langkah yang didorong adalah pengembangan sektor pertanian dan perkebunan, seperti beras dan kopi, yang memiliki potensi besar namun belum dimanfaatkan secara optimal.
Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya pengembangan ekonomi kreatif dan industri berbasis inovasi sebagai alternatif untuk menopang pertumbuhan ekonomi di masa depan.
Elen mengajak para ekonom muda untuk mencari solusi inovatif guna menciptakan sektor-sektor ekonomi baru yang lebih berkelanjutan.(*)












