Palembang, JITOE.com – Lebih dari seratus preman dan juru parkir liar diamankan polisi di berbagai wilayah Sumatera Selatan hanya dalam sembilan hari. Penindakan ini dilakukan dalam Operasi Sikat Musi 2025 yang mulai digelar 1 Mei kemarin, dan jumlah yang diamankan diperkirakan masih akan bertambah.
Pantauan di Subdit Jatanras Polda Sumsel menunjukkan sejumlah orang sedang diperiksa setelah ditangkap dalam razia premanisme yang digelar serentak. Operasi ini masih berlangsung dan menyasar titik-titik rawan pelanggaran ketertiban umum.
Kombes Anis Prasetio Santoso, Karo Ops Polda Sumsel, menjelaskan bahwa hingga Jumat (09/5/2025), sebanyak 103 orang telah diamankan oleh gabungan personel polda dan polres setempat. Operasi ini merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan kondisi aman dan tertib di ruang publik.
“Sudah ada 103 orang yang kami amankan, dan prosesnya masih berjalan,” ujarnya di Mapolda Sumsel.
Ia menyebut bahwa kegiatan ini tidak hanya fokus pada preman dan jukir liar, tetapi juga bertujuan untuk mencegah kejahatan jalanan seperti pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, dan pencurian dengan pemberatan (3C).
Anis juga menyampaikan bahwa peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk mendeteksi dan melaporkan aktivitas premanisme di lingkungan sekitar.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polda Sumsel untuk melakukan penindakan sekaligus pencegahan terhadap praktik-praktik yang meresahkan masyarakat.
“Premanisme tidak boleh dibiarkan tumbuh. Kami akan terus lakukan tindakan tegas untuk menjaga ketertiban di Sumatera Selatan,” katanya.
Ia juga mendorong warga untuk tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan tindakan mencurigakan atau mengganggu keamanan. Kolaborasi antara masyarakat dan aparat, lanjutnya, menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas wilayah.(*)












