Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
OKUSUMSEL

Warga Desa Terusan Keluhkan Pencemaran Debu PLTU, Minta Perusahaan Bertanggung Jawab

×

Warga Desa Terusan Keluhkan Pencemaran Debu PLTU, Minta Perusahaan Bertanggung Jawab

Sebarkan artikel ini
Debu PLTU berada dalam rumah seorang warga di Jalan Terusan, setelah disapu terlihat debu terkumpul. Debu Ini merupakan yang terakhir kali masuk dalam rumah warga, padhal pintu, jendela sudah ditutup rapat.
Debu PLTU berada dalam rumah seorang warga di Jalan Terusan, setelah disapu terlihat debu terkumpul. Debu Ini merupakan yang terakhir kali masuk dalam rumah warga, padhal pintu, jendela sudah ditutup rapat.

Baturaja, Jitoe.com – Warga Desa Terusan dan wilayah sekitarnya, yang berada di Kecamatan Baturaja Timur dan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), mengeluhkan pencemaran debu yang diduga berasal dari aktivitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang beroperasi di desa tersebut.

Seorang warga Desa Terusan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, pencemaran debu itu telah berlangsung selama sekitar dua bulan terakhir. Debu PLTU disebut terus mengotori lingkungan dan rumah warga setiap hari.

“Setiap kali kami membersihkan rumah, bisa terkumpul lebih dari satu gelas debu. Debu ini jelas berasal dari PLTU dan sangat mengganggu,” ujar warga tersebut, Sabtu (24/1/2026).

Menurut warga, keluhan terkait pencemaran debu sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan. Bahkan menjelang akhir tahun 2025 lalu, warga telah mengutarakan keresahan mereka kepada kepala desa, ketua RT, dan ketua RW agar diteruskan kepada pihak pengelola PLTU. Namun hingga kini, belum ada tanggapan maupun langkah nyata dari perusahaan.Warga mengaku sempat mendapat informasi bahwa pihak PLTU masih fokus mengejar target operasional jelang Natal dan Tahun Baru guna mendukung subsidi listrik di Kabupaten OKU. Meski memahami alasan tersebut, warga tetap merasa kecewa karena kenyamanan dan kesehatan mereka seolah dikorbankan.

Baca Juga:   Sopir Mini Bus Jadi Pengedar Sabu Dibekuk Polisi

“Kami memahami target perusahaan, tapi jangan sampai kesehatan dan kenyamanan warga diabaikan,” ungkap warga lainnya.

Warga juga mempertanyakan pola operasional PLTU yang dinilai janggal. Pasalnya, debu hanya muncul saat PLTU beroperasi pada siang hari.

“Kalau memang ada kerusakan, kenapa PLTU tetap beroperasi dari pukul 08.00 sampai 17.00 WIB? Anehnya, malam hari tidak ada debu sama sekali,” keluh seorang warga.

Selain itu, warga mengaku sempat mendapat penjelasan dari salah satu karyawan PLTU bahwa terjadi kebocoran pipa di bagian tertentu dan akan diperbaiki setelah Tahun Baru. Namun hingga berita ini diturunkan, perbaikan tersebut belum juga dilakukan.

Baca Juga:   200 Kasus Terjadi, Ogan Ilir dan Musi Banyuasin Masuk Zona Merah Karhutla

Atas kondisi itu, warga Desa Terusan dan sekitarnya menuntut tanggung jawab PT Bakti Nugraha Yuda Energi (BNYE) selaku pengelola PLTU. Mereka mendesak agar perusahaan segera memperbaiki atau mengganti pipa yang diduga menjadi sumber pencemaran debu.

“Kami tidak menuntut banyak. Kami hanya ingin pipa yang bocor segera diperbaiki atau diganti. Kasihan anak-anak kami yang ikut terdampak pencemaran udara dari PLTU ini,” tutup warga. (*)

Example 120x600