Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
BanyuasinSUMSEL

Usaha Jelas, Modal Rp 3 Miliar Siap Cair Lewat Koperasi Merah Putih

×

Usaha Jelas, Modal Rp 3 Miliar Siap Cair Lewat Koperasi Merah Putih

Sebarkan artikel ini
Usaha Jelas, Modal Rp 3 Miliar Siap Cair Lewat Koperasi Merah Putih
Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan | IG: zul.hasan

Banyuasin, JITOE.com – Potensi besar untuk pengembangan usaha kecil kini terbuka lebar di Sumatera Selatan. Lewat program Koperasi Merah Putih, pemerintah menyiapkan plafon pinjaman hingga Rp 3 miliar per desa. Dana ini bisa diakses melalui koperasi yang terbentuk di setiap kelurahan dan desa, dan akan digunakan untuk mendorong kegiatan wirausaha masyarakat di berbagai sektor.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan koperasi yang dibentuk harus menjalankan usaha yang jelas terlebih dahulu sebelum bisa mengakses pendanaan. Kunjungan dilakukan ke Kelurahan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin untuk memastikan kesiapan wilayah dalam implementasi program tersebut.

“Koperasinya kita bentuk dulu, baru bisa dikasih pinjaman (usaha). Jadi, pembentukan koperasi ini bukan untuk bagi-bagi uang dari APBN ya. Usahanya harus jelas dulu untuk bisa dapat pinjaman,” kata Zulhas saat mengecek pembentukan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, Selasa (27/05/2025).

Baca Juga:   5000 Ketua RT/RW di Palembang Bakal Difasilitasi Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Menurutnya, koperasi perlu aktif dan produktif agar dana bisa digunakan secara efektif. Ia juga menjelaskan bahwa pinjaman ini berasal dari perbankan dan bukan hibah, sehingga usaha yang dijalankan harus memiliki rencana dan kebutuhan yang konkret.

Jenis usaha yang bisa didukung koperasi meliputi berbagai sektor, mulai dari agen pupuk, warung sembako, penyedia LPG, hingga distribusi alat pertanian. Bahkan koperasi juga bisa bermitra dengan Bulog untuk penjualan gabah atau beras, serta bekerja sama dengan PT Pos untuk menyalurkan bantuan sosial.

Menyoal bunga pinjaman, Zulhas mengungkapkan bahwa saat ini ditetapkan sebesar 3%. “Tapi nanti kita usahakan 0%,” katanya.

Ia juga menyoroti masalah utama pengembangan usaha selama ini terletak pada permodalan. Karena itu, koperasi ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang, sekaligus penggerak ekonomi desa yang lebih mandiri dan kuat.

Baca Juga:   Uji Coba One Way Jalan AKBP Cek Agus Dihentikan, Arus Balik Normal

Jika program ini diterapkan di seluruh wilayah Sumsel yang memiliki lebih dari 3.200 desa dan kelurahan, maka total kebutuhan pendanaan bisa mencapai sekitar Rp 9,83 triliun. Jumlah itu menunjukkan besarnya skala dan potensi dampak ekonomi dari program Koperasi Merah Putih.

Bupati Banyuasin, Askolani, turut menanggapi dengan menyebut bahwa dari 360 koperasi di wilayahnya, hanya 60 yang masih aktif.

“Masalahnya hanya di manajemen, kalau untuk permodalan sebenarnya sudah jalan. Di Banyuasin saja, untuk nilai pinjaman bagi UMKM dengan berbagai bank bisa mencapai Rp 1,5 triliun,” terangnya.

Dengan peluncuran program ini, Askolani berharap koperasi bisa menjadi wadah yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat. Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen untuk memastikan koperasi bukan hanya formalitas, tetapi benar-benar menjadi alat bantu ekonomi yang nyata.(*)

Example 120x600