Palembang, JITOE.com – Pelaku usaha mikro di Kota Palembang kini bisa bernafas lega. Pemerintah Kota Palembang resmi meluncurkan program pinjaman modal usaha Rp5 juta tanpa bunga untuk UMKM. Program ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi pelaku usaha mikro agar tidak lagi terjerat pinjaman rentenir maupun pinjol berbunga tinggi.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menjelaskan bahwa program ini bagian dari komitmen pemerintah kota untuk mendukung pemberdayaan ekonomi warga. Ia mengatakan bahwa ketersediaan modal usaha yang mudah dan aman sangat dibutuhkan agar usaha mikro bisa berkembang lebih pesat dan menciptakan lapangan kerja baru.
”Pinjaman modal ini kami laksanakan untuk pemberdayaan ekonomi usaha mikro, karena komitmen kami adalah Palembang peduli. Salah satu caranya adalah menyediakan modal usaha,” ujar Ratu Dewa, Minggu (28/04/2025).
Data dari Dinas Koperasi Palembang mencatat ada lebih dari 93 ribu UMKM tersebar di 18 kecamatan. Saat ini, sekitar 1.000 UMKM telah tercatat mengajukan pinjaman, dengan 57 pelaku usaha sudah resmi disetujui menerima bantuan modal tersebut. Sisanya masih dalam tahap proses dan verifikasi.
Adapun mekanisme pemberian pinjaman dilakukan melalui Bank Perkreditan Rakyat Palembang. Sebelum dana cair, pihak bank akan melakukan survei untuk memastikan pelaku usaha benar-benar memenuhi syarat. Beberapa syarat wajibnya antara lain harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), usaha aktif minimal satu tahun, dan tidak sedang mendapatkan subsidi bunga dari program lain.
“Saat ini dana yang kita siapkan untuk subsidi bunga bagi pelaku usaha mikro ini sebesar Rp 500 juta,” kata Kepala Dinas Koperasi Palembang, Suljhijawati.
Ia menegaskan, selama pembayaran cicilan tepat waktu, pelaku usaha tidak akan dikenakan bunga sama sekali.
Program ini ditargetkan menyasar 1.000 pelaku usaha mikro yang tersebar merata di seluruh kecamatan di Palembang, dengan prioritas diberikan kepada keluarga miskin ekstrem sesuai data tahun 2024.
Dengan hadirnya program ini, diharapkan pelaku UMKM di Palembang makin berkembang dan tidak lagi bergantung pada pinjaman berbunga tinggi yang kerap membebani usaha kecil.(*)












