Palembang, JITOE.com – Gubernur Sumsel H. Herman Deru memastikan pendapatan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumsel tetap aman meski pemerintah daerah mulai menerapkan efisiensi anggaran. Ia menegaskan kebijakan penghematan tidak akan menyentuh gaji maupun komponen pendapatan pegawai.
Jaminan tersebut disampaikan Deru di tengah penyesuaian anggaran akibat pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD). Dalam kebijakan yang baru disusun, pemerintah daerah memilih menekan biaya pada sejumlah kegiatan pendukung agar operasional pemerintahan tetap berjalan tanpa menurunkan penghasilan ASN.
“ASN itu mesin penggerak. Motor pemerintahan. Walaupun tidak bertambah, tapi jangan dipotong pendapatannya” kata Deru.
Penghematan itu akan diarahkan pada pos seperti perjalanan dinas, kebutuhan rapat, kegiatan seremoni, serta penggunaan alat tulis kantor. Deru meminta setiap pemakaian perlengkapan kerja diatur lebih hemat agar tidak terjadi pemborosan yang tidak perlu.
Ia menambahkan keputusan menjaga pendapatan ASN tetap utuh didasari pertimbangan kesejahteraan. Para pegawai dinilai tetap memiliki kebutuhan keluarga dan kewajiban lain, sehingga take home pay yang diterima tidak boleh dikurangi.
Deru juga menegaskan tidak ada rencana untuk menambah pendapatan ASN di situasi ini. Ia menyampaikan kondisi anggaran yang sedang disesuaikan membuat pemerintah fokus mempertahankan penghasilan yang sudah ada agar tidak terdampak kebijakan efisiensi.
Di sisi lain, sejumlah rencana pembangunan disebut akan tetap dijalankan. Deru menyampaikan proyek infrastruktur untuk tahun mendatang tetap harus terealisasi melalui kolaborasi bersama 17 pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Program yang menyentuh kebutuhan masyarakat juga akan dipertahankan. Pemerintah provinsi menyebut seluruh agenda yang sudah direncanakan akan dilanjutkan dengan pola gotong royong lintas daerah agar tidak ada program yang terhenti.(*)












