Palembang, JITOE.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menargetkan angka stunting di wilayahnya turun hingga di bawah 14 persen pada tahun 2025. Upaya percepatan dilakukan melalui berbagai program yang melibatkan pemerintah kabupaten dan kota.
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, menjelaskan bahwa program pencegahan dan penanganan stunting dilaksanakan secara terpadu bersama 17 kabupaten/kota. Setiap daerah diminta menyusun langkah yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
“Koordinasi terus dilakukan agar penanganan stunting tepat sasaran,” ujar Trisnawarman, Rabu (24/04/2025
Ia menambahkan, selain melalui program lintas instansi, partisipasi masyarakat juga didorong agar pencegahan kekurangan gizi pada anak dapat berjalan maksimal di tingkat keluarga.
Sementara itu, Pemerintah Kota Palembang mengintensifkan peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) untuk menjangkau wilayah permukiman hingga ke kelurahan. TPPS ditugaskan mendeteksi dan menangani kasus stunting secara langsung di lapangan.
Asisten II Pemkot Palembang, Rudi Indawan, menyampaikan bahwa angka stunting di Palembang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan. “Angka stunting itu akan terus diturunkan menjadi 14 persen sesuai target nasional hingga akhir tahun ini,” katanya.
Menurutnya, jalinan komunikasi antara petugas dan warga menjadi salah satu kunci dalam pelacakan kasus stunting di 107 kelurahan yang tersebar di 18 kecamatan di Palembang.(*)












