Martapura OKUT, JITOE.com – Sebuah video sempat menghebohkan media sosial, memperlihatkan jenazah yang terpaksa diangkut menggunakan mobil pikap oleh keluarganya karena ambulans milik RSUD Martapura tak bisa digunakan. Kejadian tersebut disebut berlangsung pada Jumat, 4 April 2025, dalam kondisi hujan gerimis yang menambah suasana haru.
Dalam rekaman tersebut, terdengar suara perekam dari pihak keluarga menyebut bahwa mobil ambulans rumah sakit tidak memiliki bahan bakar, sementara sopir pun tidak berada di tempat. Jenazah saat itu sudah berada di dalam ambulans, namun terpaksa dipindahkan ke mobil pribadi karena tak ada kejelasan dari pihak rumah sakit.
Menanggapi kejadian yang menyebar luas itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, Trisnawarman, menyampaikan bahwa pihak RSUD Martapura telah mengakui adanya kelalaian. Ia menyebutkan, direktur rumah sakit, Deddy Damhudi, akan secara langsung menemui keluarga jenazah di wilayah Tanjung Kemala untuk menyampaikan permohonan maaf dan penjelasan atas insiden tersebut.
Trisnawarman juga menjelaskan bahwa hingga saat ini situasi telah mereda dan keluarga sudah menerima permintaan maaf dari pihak rumah sakit. “Informasinya sudah damai,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu (06/04/2025).
Sebelumnya, Deddy Damhudi selaku pimpinan RSUD Martapura membenarkan bahwa insiden ini murni karena kelalaian petugas. Ia mengatakan bahwa sopir tidak berada di tempat saat dibutuhkan, dan kendaraan ambulans dalam kondisi tanpa bahan bakar. Pihaknya, baik secara pribadi maupun mewakili rumah sakit, telah menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada keluarga korban.
Meski telah mereda, insiden ini sempat menjadi sorotan publik karena menyentuh isu pelayanan publik di bidang kesehatan. Pihak rumah sakit berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan akan melakukan evaluasi internal terhadap sistem operasional, khususnya kesiapan armada ambulans dan petugas piket.(*)












