Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
PalembangSUMSEL

Pengamen di Jembatan Ampera Paksa Wisatawan Bayar, 15 Orang Terjaring Satpol PP

×

Pengamen di Jembatan Ampera Paksa Wisatawan Bayar, 15 Orang Terjaring Satpol PP

Sebarkan artikel ini
Pengamen di Jembatan Ampera Paksa Wisatawan Bayar, 15 Orang Terjaring Satpol PP
Ilustrasi Pengamen di Banteng Kuto Besak | Foto: Bacakoran.co

Palembang, JITOE.com – Seorang wisatawan yang baru tiba di Palembang mengaku mendapat pengalaman tak menyenangkan saat berkunjung ke Jembatan Ampera. Dalam video yang viral di media sosial, pria itu menceritakan dirinya dihampiri empat pengamen yang memaksa meminta uang, bahkan menyarankan pembayaran lewat aplikasi Dana atau QRIS ketika ia mengatakan tidak membawa uang tunai.

Dalam rekaman tersebut, pria menyampaikan kekecewaannya. Ia menilai klaim bahwa kawasan Ampera aman tidak sesuai dengan kenyataan yang dialaminya.

“Baru datang ke sini langsung didatangi pengamen memaksa,” ujarnya dalam video dengan ekspresi terkejut.

Pengalaman itu membuatnya meminta aparat dan pemerintah menindak tegas para pengamen yang meresahkan. Ia juga berharap polisi tidak sekadar melakukan penangkapan lalu melepas mereka kembali, melainkan benar-benar menertibkan kawasan wisata tersebut.

Baca Juga:   4 Truk Batubara Bikin Jembatan Muara Lawai Ambruk, Gubernur Sumsel: Ceroboh!

Menanggapi hal itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Palembang langsung bergerak cepat. Sebanyak 15 pengamen diamankan untuk diberikan pembinaan. Kepala Satpol PP Palembang, Herison, mengatakan langkah ini dilakukan agar aktivitas wisata di kota tertua di Indonesia tetap berjalan kondusif.

“Kami tidak melarang teman -teman kita untuk mencari nafkah, namun hal-hal yang dilarang semestinya diikuti oleh para pengamen agar wisatawan di Palembang bisa lebih nyaman menikmati pariwisata yang ada,” kata Herison, Senin (08/09/2025).

Ia menambahkan, kasus yang sempat membuat resah wisatawan pada libur Maulid Nabi Muhammad SAW itu kini sudah ditangani. Para pengamen yang terjaring juga berjanji tidak akan memaksa wisatawan lagi.

Baca Juga:   Pemprov Sumsel Cek Bahan Pangan Antisipasi Inflasi Jelang Libur Panjang

Satpol PP, lanjut Herison, sudah berkoordinasi dengan dinas terkait serta Dewan Kesenian Palembang untuk merumuskan legalitas resmi bagi para pengamen. Dengan begitu, mereka tetap bisa berkarya namun sesuai aturan tanpa merugikan pengunjung.

Herison mengungkapkan, jumlah pengamen di titik wisata utama Palembang memang belum terdata secara menyeluruh. Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan pendataan dan melanjutkan pembinaan secara berkala.

Selain itu, patroli mobile akan digencarkan di pusat-pusat wisata untuk memastikan keamanan tetap terjaga. Ia juga mengajak warga Palembang ikut menjaga kenyamanan kota agar wisatawan betah berkunjung.(*)

Example 120x600