Palembang, JITOE.com – Setelah kasus beras premium oplosan terbongkar di 10 provinsi, Pemerintah Kota Palembang langsung mengambil langkah cepat. Dinas Perdagangan diminta turun ke lapangan untuk meninjau langsung kualitas beras yang beredar di pasar-pasar lokal.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengungkapkan, langkah tersebut sebagai tindak lanjut dari laporan Kementerian Pertanian soal ratusan produk beras premium yang tak sesuai standar mutu, harga, dan volume. Ia menekankan pentingnya pengawasan ekstra demi mencegah kerugian konsumen.
“Saya sudah minta Dinas Perdagangan kemarin. Jadi Dinas Perdagangan berkoordinasi dengan Inspektorat Kota Palembang untuk tinjauan di lapangan,” kata Ratu Dewa, Rabu (16/07/2025).
Dia menambahkan Pemkot belum akan mengambil tindakan lanjutan sebelum seluruh hasil tinjauan lapangan selesai dan diverifikasi. Hasil inilah yang akan menjadi dasar penentuan kebijakan selanjutnya.
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli beras. Menurutnya, masyarakat perlu jeli melihat label, merek dagang, dan kondisi fisik produk agar tidak menjadi korban beras oplosan.
Pemerintah juga meminta pedagang untuk ikut menjaga integritas pasar dengan tidak menjual produk yang belum jelas legalitas dan mutunya. Langkah ini diambil untuk menjamin perlindungan konsumen secara menyeluruh.(*)












