Palembang, JITOE.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mencatat tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api pada masa angkutan mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026. Sejak pemesanan dibuka, penjualan tiket menunjukkan tren peningkatan pada sejumlah tanggal keberangkatan awal.
“Tingkat okupansi pada awal masa angkutan Lebaran menunjukkan tren peningkatan signifikan,” kata Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, Senin (02/02/2026).
Dia menyampaikan pemesanan tiket angkutan Lebaran telah dibuka sejak 25 Januari 2026. Hingga 2 Februari 2026, sebanyak 12.161 tiket telah terjual atau sekitar 19 persen dari total kapasitas yang disediakan.
Pada masa angkutan Lebaran yang berlangsung mulai 11 Maret hingga 1 April 2026, KAI Divre III Palembang menyiapkan 65.560 tempat duduk. Jumlah tersebut setara dengan rata-rata 2.980 kursi per hari yang dialokasikan untuk melayani arus mudik dan balik.
Selama periode tersebut, KAI Divre III Palembang mengoperasikan tiga layanan kereta api, yakni KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuk Linggau pulang-pergi, KA Ekspres Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang, serta KA Sindang Marga relasi Kertapati–Lubuk Linggau pulang-pergi.
Berdasarkan data penjualan pada 11 Maret 2026, tingkat keterisian KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuk Linggau tercatat sebesar 14 persen dan relasi sebaliknya 11 persen. Sementara itu, KA Rajabasa terjual sekitar 8 persen dan KA Sindang Marga masih berada di kisaran 1 persen.
Memasuki 12 Maret 2026, peningkatan penjualan mulai terlihat. Okupansi KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuk Linggau mencapai 80 persen, sedangkan relasi sebaliknya berada di angka 28 persen. Pada tanggal yang sama, KA Rajabasa tercatat terjual 12 persen dan KA Sindang Marga 2 persen.
Lonjakan minat masyarakat semakin tampak pada periode 13 hingga 15 Maret 2026. Tingkat keterisian KA Bukit Serelo di kedua arah berada pada kisaran 84 hingga 95 persen. Bahkan, pada tanggal tertentu, KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang mencatat okupansi lebih dari 100 persen. Sementara KA Sindang Marga masih memiliki ketersediaan kursi dengan rata-rata okupansi sekitar 10 persen.
Aida menjelaskan penjualan tiket untuk keberangkatan 16 dan 17 Maret 2026 pada KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuk Linggau serta KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang belum dibuka. Hal tersebut karena kursi pada tanggal tersebut dialokasikan untuk mendukung program mudik gratis Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Pada arus balik menuju Palembang, tingkat keterisian juga terpantau tinggi. Okupansi KA Bukit Serelo tercatat mencapai 88 persen, sementara KA Sindang Marga berada di kisaran 20 persen.
Hingga 19 Maret 2026, pemesanan tiket masih didominasi oleh KA Bukit Serelo dan KA Rajabasa dengan tingkat keterisian di atas 90 persen. Di sisi lain, KA Sindang Marga masih tersedia sebagai alternatif perjalanan dengan tingkat okupansi relatif rendah, yakni sekitar 8 persen untuk relasi Kertapati–Lubuk Linggau dan 1 persen untuk relasi sebaliknya.
Seiring meningkatnya pemesanan, KAI Divre III Palembang mengimbau calon penumpang untuk memastikan kembali tanggal, waktu keberangkatan, serta stasiun tujuan sebelum melakukan pemesanan tiket. Masyarakat juga diarahkan untuk menggunakan kanal resmi KAI agar perjalanan mudik dapat berjalan sesuai rencana.(*)












