Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
KesehatanPalembangSUMSEL

Meski Menurun, Ratusan Kasus HIV/AIDS Masih Ditemukan di Sumsel Sepanjang 2025

×

Meski Menurun, Ratusan Kasus HIV/AIDS Masih Ditemukan di Sumsel Sepanjang 2025

Sebarkan artikel ini
Meski Menurun, Ratusan Kasus HIV/AIDS Masih Ditemukan di Sumsel Sepanjang 2025
Ilustrasi: baokhanhhoa.vn

Palembang, JITOE.com – Penurunan jumlah kasus HIV dan AIDS di Sumatera Selatan tercatat sepanjang 2025, meski penularan masih ditemukan di berbagai daerah. Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan jumlah kasus baru mencapai 907 orang, turun 8,6 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 992 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, menyampaikan dari total temuan tersebut, 609 orang tercatat terinfeksi HIV dan 298 lainnya telah berada pada tahap AIDS.

Ia menyebutkan, meskipun secara persentase terjadi penurunan, penemuan ratusan kasus baru menandakan bahwa penularan HIV/AIDS masih berlangsung. Faktor perilaku berisiko disebut masih menjadi penyebab dominan munculnya kasus baru di masyarakat.

“Kasus infeksi baru pada 2025 paling banyak terjadi di Palembang dengan total 451 orang dengan rincian HIV 335 orang dan AIRD 116 orang,” ungkap Ira.

Baca Juga:   Pengusaha Sumsel H Abdul Halim Meninggal Dunia di Tengah Proses Persidangan

Jumlah kasus selanjutnya tercatat di Kota Lubuklinggau dengan 75 kasus, disusul Kabupaten Musi Banyuasin sebanyak 64 kasus. Kabupaten OKU Timur berada di posisi berikutnya dengan 49 kasus, sementara Kabupaten Muara Enim mencatat 44 kasus.

Sebaliknya, sejumlah daerah mencatat temuan kasus yang relatif rendah. Kabupaten Musi Rawas Utara hanya melaporkan tiga kasus, diikuti Kota Pagar Alam dengan enam kasus, serta Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir yang mencatat tujuh kasus sepanjang tahun 2025.

Selain itu, Dinkes Sumsel juga mencatat, homoseksual masih menjadi salah satu faktor risiko tertinggi kedua dalam infeksi baru kasus HIV/AIDS pada tahun 2025.

“Iya, faktor risiko homoseksual masih menjadi salah satu penyumbang tertinggi infeksi baru kasus HIV/AIDS di Sumsel,” jelas Ira.

Baca Juga:   Festival Sungai Musi 2025: Sensasi Lari Malam dan Atraksi Cahaya

Pada 2024, jumlah infeksi baru yang berkaitan dengan kelompok homoseksual tercatat sebanyak 398 kasus. Meski terjadi penurunan pada 2025, angka penularannya masih berada pada kisaran ratusan kasus.

“Pada 2025, jumlah infeksi baru karena faktor homoseksual ini tercatat 344 orang,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, Trisnawarman, menyampaikan pemerintah provinsi terus memperkuat upaya pencapaian target nasional Ending AIDS 2030, yakni menekan jumlah kasus baru hingga nol.

Ia menjelaskan, upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan dunia pendidikan dan keluarga dalam pencegahan sejak dini.

Selain langkah pencegahan, Dinkes Sumsel juga memastikan seluruh fasilitas kesehatan di 17 kabupaten dan kota menyediakan layanan pengobatan antiretroviral (ARV). Ketersediaan layanan ini ditujukan untuk menjamin akses pengobatan bagi ODHA sekaligus menekan angka kematian akibat AIDS.(*)

Example 120x600