OKI, JITOE.com – Kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, akhirnya mulai terungkap. Hasil laboratorium menyebutkan bahwa dua menu makanan, yakni tahu krispi dan soto ayam, bersama sampel air minum yang dikonsumsi siswa, positif mengandung bakteri E Coli.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumsel, Dedy Irawan, mengatakan bakteri tersebut dapat berkembang biak dengan cepat pada makanan maupun air yang terkontaminasi, sehingga menimbulkan infeksi dan sakit pada tubuh orang yang mengonsumsinya.
“Yang pasti terjadi kontaminasi pada soto, tahu krispi, dan airnya, sehingga bakteri E Coli-nya berkembang biak dan menyebabkan infeksi atau sakit pada manusia yang mengonsumsinya,” ungkapnya.
Dinas Kesehatan Sumsel menerima laporan ini dari dua lembaga berbeda. Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) memeriksa sampel air bersih dan air minum, sedangkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palembang menguji sampel makanan. Hasilnya, dua menu makanan tidak memenuhi syarat, sementara air dinyatakan positif terkontaminasi.
Dedy menambahkan, sampel tersebut baru dikirim setelah kejadian keracunan. Karena harus melalui uji kultur, proses pengujian memerlukan waktu cukup lama hingga hasilnya keluar.
Pihaknya juga memastikan asal sumber air yang digunakan pada satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Dari informasi yang diperoleh, air untuk memasak berasal dari air isi ulang, sedangkan air untuk mencuci bahan makanan didatangkan menggunakan mobil tangki.
Sebelumnya, sekitar 80 siswa di OKI mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis. Mereka mengeluhkan sakit perut, mual, hingga muntah, sehingga langsung mendapat penanganan medis.(*)












