Palembang, JITOE.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tengah merancang program pendidikan karakter bagi para pelajar dengan konsep retret di alam terbuka. Menariknya, kegiatan ini akan dipusatkan di Bumi Perkemahan Pramuka Gandus, Palembang, dan melibatkan TNI serta Polri sebagai pembina.
Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan, inisiatif ini merupakan bagian dari visinya dalam mencetak generasi muda yang tangguh dan cinta Tanah Air. Ia menyebut pembangunan karakter pelajar sebagai salah satu prioritas utamanya dalam masa jabatan kedua sebagai gubernur.
Program ini dirancang tidak hanya untuk siswa yang memiliki masalah kedisiplinan, tapi juga terbuka bagi seluruh pelajar. Menurut Deru, semua anak berhak mendapatkan pembinaan karakter yang kuat demi masa depan yang lebih baik.
“Tempatnya sudah ada, lengkap, dan representatif. Anak-anak nanti akan ikut kegiatan pembentukan karakter di sana tanpa mengganggu jam sekolah,” ujarnya, Rabu (04/06/2025).
Ia menyebut Bumi Perkemahan Pramuka Gandus memiliki fasilitas memadai untuk kegiatan outdoor yang terstruktur. Hal ini mendukung pelaksanaan kegiatan secara intensif namun tetap menyenangkan.
Deru mengatakan bahwa pelaksanaan program ini telah mendapatkan dukungan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Bahkan, menurutnya, Menteri juga berkeinginan untuk menghidupkan kembali semangat Pramuka sebagai bagian penting dari kegiatan sekolah.
“Pak Menteri mendukung penuh dan ingin semangat Pramuka betul-betul aktif kembali. Kami akan gerakkan ini secara nyata, bukan hanya simbolik,” ungkapnya.
Deru menekankan program ini dirancang bukan sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi sebagai langkah strategis untuk memperkuat karakter dan mental generasi muda. Kegiatan ini dinilai menjadi sarana efektif untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan rasa nasionalisme.
Di lokasi Gandus, pelajar akan dibina langsung oleh personel TNI, Polri, dan pembina Pramuka. Ketiganya akan bekerja sama dalam mendampingi peserta sepanjang kegiatan berlangsung, guna memastikan pendekatan yang seimbang antara ketegasan dan pembelajaran yang menyenangkan.
Ia berharap program ini dapat segera terealisasi dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan pendidikan karakter yang terintegrasi dengan kurikulum pendidikan formal.
“Kalau tidak ada halangan, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dimulai,” pungkasnya.(*)












