Palembang, JITOE.com – Dua wisatawan wanita mengalami pengalaman menegangkan saat berlibur ke Kota Palembang. Keduanya mengaku jera liburan ke Palembang setelah dikejar oleh seorang tukang perahu/ speedboat karena menolak membayar uang tambahan berlayar di Sungai Musi. Kisah mereka viral di media sosial usai diunggah di akun TikTok @rerehvadila.
Dalam video yang beredar, terlihat dua perempuan duduk di atas perahu dengan seorang pria muda di belakang yang sedang mengemudikan speedboat menuju Pulau Kemaro. Awalnya, mereka sepakat membayar Rp150 ribu untuk perjalanan pulang-pergi dari kawasan Benteng Kuto Besak (BKB).
Namun, saat perjalanan pulang, suasana mendadak berubah tegang. Pria pengemudi speedboat menghentikan mesin dan mengaku kehabisan bahan bakar. Ia kemudian meminta tambahan uang sebesar Rp200 ribu agar perjalanan bisa dilanjutkan.
Kedua wisatawan yang panik karena berada di tengah Sungai Musi sempat berdebat dengan pelaku. Mereka akhirnya bernegosiasi dan sepakat memberi tambahan Rp100 ribu agar bisa kembali ke daratan. Setelah speedboat kembali berjalan, keduanya berusaha tetap tenang hingga tiba di dermaga dekat Jembatan Ampera.
Namun, sesampainya di darat, wisatawan itu menolak menyerahkan uang tambahan yang diminta. Mereka langsung kabur meninggalkan dermaga dan berlari ke arah Stasiun LRT Ampera. Tak disangka, pria pengemudi perahu itu mengejar mereka hingga ke area stasiun.
“Kami berdua dikejar sampai ke Ampera sampai ke stasiun kereta api. Plus ini bukan masalah nominal uang tapi ini pemerasan,” kata wisatawan wanita itu dalam unggahannya yang kini ramai dibagikan di berbagai platform media sosial.
Mereka juga mengingatkan wisatawan lain agar berhati-hati saat menggunakan jasa perahu wisata di Sungai Musi. Kedua wanita itu mengaku jera dan menyarankan agar pengunjung tidak naik perahu sendirian. “Hati-hati yang mau naik perahu usahakan harus ramai-ramai dan harus ada cowoknya,” ungkapnya.
Unggahan itu pun menarik perhatian warganet dan memunculkan berbagai tanggapan. Banyak yang menilai peristiwa ini dapat merusak citra wisata Sungai Musi yang selama ini menjadi ikon Palembang.
Menanggapi viralnya video tersebut, pihak kepolisian langsung bergerak. Kapolsek Ilir Barat I Palembang, Kompol Ricky Mozam, mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi dari korban. Namun, petugas sudah diturunkan untuk menelusuri informasi terkait peristiwa itu.
Polisi kini tengah memeriksa kawasan dermaga BKB dan menelusuri identitas pengemudi perahu yang diduga terlibat. Pihak kepolisian juga mengimbau agar wisatawan segera melapor jika mengalami hal serupa.(*)












