Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
SUMSEL

Dari Ladang ke Label: Sumsel Serius Kembangkan Mutu Kopi

×

Dari Ladang ke Label: Sumsel Serius Kembangkan Mutu Kopi

Sebarkan artikel ini
Dari Ladang ke Label Sumsel Serius Kembangkan Mutu Kopi
Foto: Humas Pemprov Sumsel

Palembang, JITOE.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus mendorong pengembangan kopi lokal, salah satunya melalui penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 19 Tahun 2024 yang mengatur tentang pengembangan kopi berkelanjutan. Dalam aturan itu, kopi yang lolos standar mutu dari proses awal hingga akhir akan diberi label khusus sebagai “Kopi Sumsel”, yang fungsinya mirip seperti label halal atau SNI.

Sementara itu, upaya menjaga mutu juga dilakukan di tingkat petani. Dinas Perkebunan menganjurkan petani kopi agar tidak lagi menjemur hasil panen langsung di lantai. Sebagai gantinya, penggunaan solar greenhouse dryer (SGD) mulai didorong karena dapat menjaga kadar air biji kopi tetap ideal di angka 12 persen.

“Ketika turun hujan kelembapan yang tinggi dapat mengurangi cita rasa kopi. Sebaliknya, penggunaan Solar Greenhouse Dryer (SGD) membantu menjaga kualitas biji tetap optimal,” jelas Kepala Bidang Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Sumsel, Mukpakanisin, Jumat (10/04/2025).

Baca Juga:   RS Ernaldi Bahar Siapkan Dokter Adiksi untuk Tangani Pasien Kecanduan Gadget

Kondisi harga di lapangan juga ikut disorot. Saat ini harga kopi per kilogram berada di kisaran Rp60 ribu hingga Rp70 ribu. Namun, karena panen sedang berlangsung dan hasilnya cukup melimpah, terjadi penurunan harga sekitar Rp5.000 sampai Rp8.000 per kilogram. Petani pun sebagian memilih menunda penjualan dan menunggu harga kembali naik setelah panen selesai.

Dari sisi produksi, Sumatera Selatan mencatatkan kenaikan jumlah kopi yang dihasilkan. Jika pada 2022 total produksi mencapai 206.307 ton per tahun, maka pada 2023 naik menjadi 208.043 ton per tahun. Masa panen saat ini sedang berjalan dan diperkirakan berlangsung hingga Juni mendatang.

Baca Juga:   Wamenag Puji Sekolah Garuda MAN IC OKI: Generasi Emas Pemimpin 2045

Luas lahan kopi di Sumatera Selatan pun tercatat sebagai yang terluas secara nasional. Berdasarkan data Dinas Perkebunan Sumsel, totalnya mencapai 267.246 hektare yang tersebar di 13 kabupaten/kota. Angka ini berdasarkan data terakhir pada tahun 2023.

Mukpakanisin menyampaikan bahwa pergerakan harga kopi umumnya dipengaruhi jumlah hasil panen, bukan musim hujan atau kemarau.

“Saat panen melimpah, harga biasanya menurun, sedangkan ketika hasil panen sedikit, harga cenderung meningkat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa proses pascapanen yang tepat akan sangat menentukan nilai jual. Salah satu caranya adalah menerapkan teknik petik merah, yakni hanya memanen buah kopi yang sudah matang sempurna.(*)

Example 120x600