Palembang, JITOE.com – Jumlah jemaah haji asal Sumatera Selatan yang meninggal dunia terus bertambah. Hingga 21 Juni 2025, sebanyak 19 jemaah Debarkasi Palembang dilaporkan wafat, salah satunya bahkan meninggal dunia saat berada di dalam pesawat dalam perjalanan pulang ke Indonesia.
Kepala Humas Kanwil Kementerian Agama Sumsel, Abdul Qudus, menyebut jemaah bernama Muhammad Ali Djalan asal OKU Timur adalah satu-satunya yang jenazahnya dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya, karena wafat dalam penerbangan. Sementara 18 jemaah lainnya dimakamkan langsung di Tanah Suci.
Dari total 22 kloter jemaah haji Debarkasi Palembang, baru 8 kloter yang kembali ke tanah air. Masih ada 14 kloter yang dijadwalkan pulang secara bertahap hingga 10 Juli mendatang.
Jemaah yang meninggal umumnya berusia lanjut dan masuk dalam kategori risiko tinggi. Sebagian besar wafat karena sakit, dan satu di antaranya akibat kecelakaan saat berada di Arab Saudi.
Pemerintah memastikan seluruh jemaah yang wafat mendapatkan hak asuransi. Untuk jemaah yang meninggal karena sakit, akan diberikan santunan sesuai dengan biaya perjalanan ibadah haji (bipih). Sementara untuk yang meninggal karena kecelakaan akan menerima dua kali nilai bipih.
Sedangkan jemaah yang meninggal di dalam pesawat berhak atas tambahan asuransi dari Saudi Arabian Airlines senilai Rp130 juta.
Berikut daftar 19 jemaah Debarkasi Palembang yang wafat selama musim haji 2025:
-
Bakri Junaidi Abas (59) – Kloter 6, Bangka Selatan – 13 Mei
-
Tarmizi Azhari Usman (70) – Kloter 8, Bangka – 12 Mei
-
Sugito Adi Harjo (85) – Kloter 1, OKU Timur – 17 Mei
-
Najamudin Abdul Syukur (63) – Kloter 9, OKU – 23 Mei
-
Sahana Achmad Tiarim (66) – Kloter 6, Belitung Timur – 27 Mei
-
Ismail Sani Aris (47) – Kloter 7, Bangka – 28 Mei
-
Lamadag Fabate (78) – Kloter 22, Palembang – 4 Juni
-
Paimin Karyo Sumito (83) – Kloter 5, OKU Timur – 5 Juni
-
Kamsinah Saridal Sudiono (61) – Kloter 3, OKU Timur – 8 Juni
-
Wati Muhammad Yasin (66) – Kloter 20, Palembang – 9 Juni
-
Muhammad Ngamir (83) – Kloter 9, OKU – 9 Juni
-
Azom Hasan (69) – Kloter 19, Palembang – 11 Juni
-
Muhammad Ali Djalan (69) – Kloter 1, OKU Timur – 12 Juni
-
Mariati A Malik (74) – Kloter 18, Lahat – 15 Juni
-
Sumarsi Tumiran Adam (74) – Kloter 21, Banyuasin – 18 Juni
-
Mustofa Kamal (84) – Kloter 19, Pagar Alam – 18 Juni
-
Eddy Herman (62) – Kloter 20, Banyuasin – 20 Juni
-
Nurayu Tabroni Abdul Karim (67) – Kloter 12, OKI – 21 Juni
-
Mutniawati Delanggip – Kloter 6, Babel – 21 Juni
Pihak Kemenag terus melakukan pemantauan dan pendampingan kepada jemaah haji yang masih berada di Tanah Suci, guna menjaga kondisi kesehatan hingga seluruh proses pemulangan selesai.(*)












