Palembang, JITOE.com – Diskotek Darma Agung atau DA kembali beroperasi setelah vakum selama sekitar 10 bulan. Pada pembukaan kembali itu, manajemen langsung menyorot perubahan besar, terutama pada pengamanan yang kini dibuat berlapis dan terstandarisasi. Diskotek yang berada di Jalan Kolonel H. Burlian, Sukarami, Palembang, tersebut menargetkan pembenahan ini dapat menjawab pertanyaan publik terkait operasional mereka sebelumnya.
Salah satu aspek yang diperbarui adalah legalitas usaha dan penyebutan nama baru menjadi DA Club 41 Reborn. Usaha hiburan malam ini telah mendapatkan sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata (LSUP) di bawah Kemenparekraf. Sertifikasi ini disebutkan hanya dimiliki sebagian kecil tempat hiburan malam di Indonesia, sehingga menjadi bagian penting dalam proses rebranding.
Thomas Chandra B. Sc selaku pemilik menyampaikan pembukaan kembali dilakukan setelah evaluasi penuh terhadap pengalaman operasional sebelumnya. Menurutnya, berbagai aspek diperbaiki mulai dari alur keamanan, sistem pelayanan, hingga tata kelola administrasi agar tidak lagi muncul penilaian negatif terhadap klub.
Di sisi operasional, sistem keamanan menjadi hal utama yang ditekankan. Thomas menjelaskan setiap pengunjung wajib melewati tiga tahap pemeriksaan.
“Ada 3 tahapan proses keamanan, pertama ada check body, terus melewati Walk Through Metal Detector dan petugas Garrett ini kalau bunyi akan diperiksa,” jelas Thomas.
Manajemen juga menambahkan 30 petugas keamanan untuk memperkuat pengawasan. Barang-barang tertentu tidak boleh masuk ke dalam area klub, seperti korek api, parfum berbahan keras, hingga kosmetik dalam wadah kaca. Semua barang yang ditemukan melanggar aturan akan diserahkan langsung kepada pihak kepolisian, yang telah digandeng dalam sistem pengamanan baru ini.
Selain pengamanan pintu masuk, pembenahan juga dilakukan pada area parkir. Setelan administrasi parkir telah didaftarkan ke Dispenda dan sistem autogate dijadwalkan aktif dalam waktu dekat. Langkah tersebut merupakan bagian dari penataan ulang agar keseluruhan fasilitas mengikuti prosedur operasional yang telah ditetapkan.
Sebelum masuk ke ruang utama, pengunjung yang telah menukar tiket dengan gelang tetap menjalani satu proses pengecekan tambahan. Sistem ini disiapkan agar seluruh alur masuk berlangsung dengan pengawasan penuh dan tidak ada barang terlarang yang lolos.
“Kami ingin area benar-benar bersih dari benda berbahaya,” terangnya.(*)












