Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
PalembangSUMSEL

Banjir Setinggi Paha di KM 12, Ternyata Ini Penyebab Utamanya!

×

Banjir Setinggi Paha di KM 12, Ternyata Ini Penyebab Utamanya!

Sebarkan artikel ini
Banjir Setinggi Paha di KM 12, Ternyata Ini Penyebab Utamanya!
Wali Kota Palembang Ratu Dewa tinjau daerah yang tergenang banjir | Foto: IG Ratu Dewa

Palembang, JITOE.com – Penyumbatan aliran air akibat bangunan ruko dan rumah warga disebut sebagai penyebab utama banjir parah yang melanda kawasan Jalan Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) KM 12, Palembang. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa bangunan-bangunan tersebut berdiri tepat di atas saluran air, sehingga aliran menjadi terhambat dan menyebabkan genangan hingga setinggi paha orang dewasa.

Setelah menelusuri lokasi selama lebih dari tiga jam pada Minggu malam (13/4/2025), Wali Kota Palembang Ratu Dewa memastikan bahwa genangan air tidak hanya disebabkan oleh hujan deras, tapi juga karena sistem drainase yang tidak berfungsi akibat tertutup bangunan liar. Ia pun langsung menginstruksikan pembongkaran terhadap bangunan-bangunan yang menutup aliran air tersebut.

“Genangan air ini sudah setinggi paha orang dewasa, setelah kita telusuri penyebabnya karena tidak mengalirnya saluran air atau tersumbat di beberapa ruas Jalan SMB,” kata Ratu Dewa, Selasa (15/04/2025).

Baca Juga:   Ratu Dewa: Pendapatan Palembang dari Sektor Retribusi Tahun 2023 Tidak Capai Target

Ratu Dewa memberikan waktu satu hari kepada pihak kecamatan untuk melakukan pembenahan terhadap titik-titik yang menjadi penyebab genangan. Penanganan secara cepat dianggap perlu agar masalah serupa tidak terus berulang saat hujan deras turun.

Selain itu, Pemerintah Kota Palembang juga mulai mendata lokasi-lokasi lain yang rawan banjir di seluruh wilayah kota. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa penanganan banjir dapat dilakukan secara terarah dan menyeluruh, mengingat curah hujan dua hari terakhir terbilang ekstrem.

Wali Kota juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif seluruh jajaran perangkat daerah. Ia meminta agar para kepala OPD tidak hanya berdiam diri, tetapi ikut turun langsung ke lapangan membantu warga. Para petugas diminta untuk berada di tengah masyarakat, bukan hanya saat kondisi aman, melainkan juga ketika terjadi situasi darurat seperti banjir.

Baca Juga:   Pemprov Sumsel dan BNN akan Lounching Desa/ Kelurahan Serentak Tanggulangi Narkotika

“Jangan masyarakat susah, petugas kita tidur nyenyak di rumah, saya tidak ingin petugas kita seperti itu,” katanya.

Koordinasi lintas instansi pun diperkuat. Dinas Pemadam Kebakaran diminta untuk siaga jika terjadi gangguan dari hewan berbahaya seperti ular atau biawak yang muncul akibat banjir. Dinas Perkimtan juga diingatkan agar berkoordinasi dengan PLN demi mencegah korsleting listrik di tengah guyuran hujan lebat.

Peristiwa banjir di Palembang pada Minggu malam itu menjadi sorotan karena beberapa wilayah terdampak cukup parah. Namun, kawasan SMB KM 12 disebut sebagai salah satu titik yang paling parah terendam. Temuan tentang saluran air yang tertutup bangunan memperlihatkan bahwa masalah banjir tak melulu soal cuaca, tapi juga kelalaian dalam menjaga fungsi infrastruktur kota.(*)

Example 120x600