Palembang, JITOE.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau Rumah Susun (Rusun) Universitas Sriwijaya (Unsri) di kawasan Bukit Besar, Palembang, Selasa (10/09/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan fasilitas hunian mahasiswa yang dikelola Badan Pengelola Usaha Universitas Sriwijaya, sekaligus memastikan keberadaan rusun sebagai penunjang aktivitas akademik berjalan optimal.
Dalam kunjungan itu, AHY didampingi Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, serta Rektor Unsri Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si.
Rusun Universitas Sriwijaya dirancang sebagai hunian berbiaya terjangkau dengan fasilitas lengkap, yang diperuntukkan tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga dosen serta masyarakat umum sesuai ketersediaan kamar.
Setiap unit kamar rusun dilengkapi empat tempat tidur, lemari, meja dan kursi belajar, kamar mandi dalam, teras jemuran, pendingin ruangan, jaringan WiFi, serta suplai air PAM yang tersedia selama 24 jam.
Pengelola rusun menetapkan tarif sewa sebesar Rp200 ribu per orang per bulan bagi mahasiswa reguler dan dosen. Sementara mahasiswa asing dikenakan tarif Rp500 ribu per orang per bulan.
Skema tarif tersebut diberlakukan untuk mendukung kebutuhan hunian mahasiswa yang berasal dari luar Kota Palembang maupun luar negeri, sehingga dapat mengakses tempat tinggal layak selama menempuh pendidikan.
Saat ini, penghuni rusun didominasi mahasiswa Universitas Sriwijaya dari berbagai daerah dan mancanegara, mahasiswa program pertukaran antarperguruan tinggi, dosen tamu, serta masyarakat umum.
“Tempat tidurnya, ruang belajarnya, kemudian kamar mandi sanitasinya, termasuk sirkulasi udaranya saya rasa baik sekali untuk penunjang mereka menuntaskan studinya berkuliah di unsri dari berbagai fakultas tadi saya tanya, termasuk dari Papua,” ujar AHY.
Selain berfungsi sebagai hunian, Rusun Unsri juga dimanfaatkan sebagai lokasi pemusatan persiapan berbagai kegiatan dan kompetisi mahasiswa, seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), sepak bola, Paskibraka, hingga Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).
Melalui kunjungan tersebut, AHY berharap perguruan tinggi di Indonesia dapat menyediakan fasilitas hunian mahasiswa yang layak dan terjangkau sebagai bagian dari dukungan terhadap proses belajar mengajar.
Menurutnya, keberadaan rusun atau asrama mahasiswa menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi.(*)












