Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
PalembangSUMSEL

BMKG Ingatkan Sumsel: Curah Hujan Normal Bisa Picu Bencana, Belajar dari Sumbar–Sumut

×

BMKG Ingatkan Sumsel: Curah Hujan Normal Bisa Picu Bencana, Belajar dari Sumbar–Sumut

Sebarkan artikel ini
BMKG Ingatkan Sumsel: Curah Hujan Normal Bisa Picu Bencana, Belajar dari Sumbar–Sumut
Foto udara permukiman penduduk yang terendam banjir di Desa Teupin Peuraho, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025) | Foto: ANTARA

Palembang, JITOE.com – BMKG Sumatera Selatan meminta seluruh pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan karena puncak musim hujan berlangsung sepanjang Desember. Imbauan ini muncul setelah bencana hidrometeorologi melanda Sumatera Barat dan Sumatera Utara meski wilayah tersebut hanya diguyur hujan dengan kategori normal.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wan Dayantolis, menjelaskan pengalaman dua provinsi tetangga itu menunjukkan kondisi cuaca yang tampak tidak ekstrem tetap berpotensi menimbulkan bencana besar apabila langkah mitigasi tidak disiapkan sejak awal.

“Perlu waspada dan antisipasi dari pemangku kepentingan terkait agar kejadian seperti di Sumatera Barat dan Utara dapat diantisipasi,” kata Wan.

Baca Juga:   Dugaan Korupsi Biaya Pengelolaan Darah, Kejari Geledah Kantor PMI Lubuklinggau

Menurutnya, curah hujan di Sumsel diprediksi berada pada kisaran 300–400 mm atau kategori normal dengan intensitas sedang hingga lebat. Meski begitu, risiko tetap ada dan perlu diwaspadai karena dampak bencana tidak hanya dipengaruhi angka curah hujan, tetapi juga kondisi lingkungan dan kesiapan daerah.

Wan menegaskan bahwa insiden di Sumbar dan Sumut menjadi pengingat penting bagi Sumsel. Ia meminta seluruh daerah segera menyiapkan langkah pencegahan sebelum memasuki puncak musim hujan.

Sumsel memiliki karakter wilayah yang beragam sehingga ancaman bencana berbeda di setiap kawasan. Wilayah barat yang banyak memiliki perbukitan rentan longsor dan banjir bandang saat hujan turun secara berturut-turut.

Baca Juga:   Tidak Setiap Tahun, Pemutihan PKB dan BBNKB di Ogan Ilir Masuki Pekan Terakhir

Sementara itu, daerah tengah hingga timur lebih berpotensi terdampak banjir atau genangan akibat sistem drainase yang belum optimal menahan limpasan air ketika intensitas hujan meningkat.

BMKG mengimbau pemerintah daerah memperkuat mitigasi, mulai dari pemetaan titik rawan bencana, patroli daerah aliran sungai (DAS), pengecekan rutin saluran drainase, hingga koordinasi dengan BPBD, PU, serta aparat kecamatan agar respons cepat dapat dijalankan bila terjadi kondisi darurat.(*)

Example 120x600