Palembang, JITOE.com – Pemerintah Kota Palembang berupaya memperluas pelaksanaan pasar murah di sejumlah titik kecamatan sebagai bagian dari pengendalian harga menjelang akhir tahun. Kegiatan ini berjalan melalui kerja sama dengan Bulog, Pemprov Sumsel, serta instansi terkait. Beras SPHP menjadi salah satu komoditas yang paling diminati.
Kegiatan pasar murah tersebut diadakan secara bergilir di kecamatan dan kelurahan, menghadirkan sembako dengan harga yang lebih terjangkau daripada pasar tradisional. Melalui penjualan langsung di lapangan, warga mendapat akses ke beras SPHP dan bahan pokok lainnya dengan harga stabil pada periode yang biasanya rawan lonjakan inflasi.
Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, menjelaskan agenda ini digelar rutin untuk mencegah tekanan harga menjelang Natal dan Tahun Baru. Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan pasar murah dilakukan melalui kolaborasi dengan Bulog serta sejumlah perangkat daerah.
Sementara itu, Bulog Sumsel Babel menyatakan stok beras SPHP berada dalam kondisi aman untuk kebutuhan akhir tahun. Penyaluran yang dilakukan sejak awal November 2025 sudah menembus lebih dari 16 ribu ton, disalurkan melalui operasi pasar dan program Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai wilayah.
Kepala Bulog Sumsel Babel, Mersi Windrayani, menyebutkan bahwa seluruh distribusi SPHP tersebut mengandalkan serapan gabah petani lokal. Harga pembelian gabah kering panen berada di level Rp6.500 per kilogram, sehingga kebutuhan pasokan tetap terpenuhi sekaligus mendukung pendapatan petani di Sumatera Selatan.
“Posisi stok mencukupi, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ungkap Mersi.
Melalui penyaluran SPHP secara intensif, instansi tersebut menilai gejolak harga dapat ditekan sehingga masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang lebih terkendali.
Pemerintah daerah dan Bulog menilai bahwa kombinasi serapan gabah lokal, operasi pasar, serta gelaran pasar murah mampu menjaga kestabilan harga saat konsumsi meningkat. Warga di berbagai wilayah telah memanfaatkan kegiatan ini untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga yang tetap terjangkau menjelang Nataru.(*)












