Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
BanyuasinSUMSEL

Pemkab Banyuasin Tolak Nama “New Palembang Port”, Usul Diganti Jadi “New Banyuasin Port”

×

Pemkab Banyuasin Tolak Nama “New Palembang Port”, Usul Diganti Jadi “New Banyuasin Port”

Sebarkan artikel ini
Pemkab Banyuasin Tolak Nama “New Palembang Port”, Usul Diganti Jadi “New Banyuasin Port”

Banyuasin, JITOE.com – Rencana pembangunan Pelabuhan Samudera di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, menimbulkan perdebatan soal penamaannya. Pemerintah Kabupaten Banyuasin meminta agar proyek strategis nasional (PSN) itu tidak lagi disebut New Palembang Port, melainkan New Banyuasin Port, sesuai dengan lokasi pembangunannya.

Sekretaris Daerah Banyuasin, Erwin Ibrahim, menjelaskan Bupati Banyuasin sudah melayangkan surat resmi kepada Kementerian Perhubungan. Surat itu berisi permintaan agar penamaan pelabuhan menggunakan nama wilayah administratif yang sah, karena proyek tersebut sepenuhnya berdiri di kawasan Banyuasin.

“Pak Bupati sudah kirim surat ke Kemenhub. Seharusnya namanya New Banyuasin Port, bukan Palembang, karena lokasi jelas berada di Banyuasin,” ujar Erwin, Rabu (12/11/2025).

Proyek yang akan mulai groundbreaking pada awal 2026 itu ditetapkan sebagai salah satu PSN di Sumatera Selatan. Pelabuhan ini digadang-gadang akan menggantikan peran Pelabuhan Boom Baru Palembang yang dinilai sudah tidak efektif karena berada di tengah kota dan memiliki keterbatasan kapasitas.

Baca Juga:   Pengunjung di Bawah 13 Tahun Dilarang Naik Tower Jembatan Ampera

Namun, Erwin menyebut bahwa penggunaan nama Palembang di kawasan strategis Banyuasin bukan hal baru. Ia mencontohkan beberapa proyek dan bangunan besar seperti Hotel Wyndham dan OPI Mall yang juga berlokasi di wilayah administratif Banyuasin, tetapi tetap menggunakan nama Palembang.

“Wyndham dan OPI Mall sebenarnya di Banyuasin, tapi tetap disebut Palembang. Bahkan warga di sana sudah diarahkan mengubah KTP ke Banyuasin, dan nama kelurahannya pun sudah Jakabaring Selatan,” ujarnya.

Di tengah polemik itu, Erwin mengaku lega setelah mendengar penjelasan dari Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru. Menurut penjelasan gubernur, penamaan New Palembang Port hanya digunakan sementara sebagai nama proyek. Setelah pembangunan selesai dan pelabuhan resmi beroperasi, nama tersebut akan disesuaikan menjadi New Banyuasin Port Tanjung Carat.

“Kami senang mendengar klarifikasi itu. Jadi nama proyeknya memang masih New Palembang Port, tapi nanti saat diresmikan, akan berganti menjadi New Banyuasin Port,” kata Erwin.

Baca Juga:   Wagub Sumsel Harapkan Tol Palembang-Betung dan Tol Indralaya-Prabumulih Segera Diresmikan

Selain penamaan, Erwin menyoroti perkembangan pembangunan pelabuhan yang menunjukkan kemajuan pesat. Penandatanganan pelimpahan aset lahan antara Pemprov Sumsel dan Kementerian Perhubungan telah dilakukan. Pelabuhan ini diharapkan menjadi pusat aktivitas bongkar muat terbesar di wilayah Sumbagsel, sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi di pesisir Banyuasin.

“Pembangunan pelabuhan ini akan mengubah wajah pesisir Banyuasin, terutama di Kecamatan Sungsang. Akan muncul aktivitas industri, pergudangan, hingga ekonomi baru yang mendorong pendapatan daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Erwin menyebut bahwa Banyuasin juga termasuk dalam program Ekonomi Biru yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden. Program tersebut menitikberatkan pada pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, serta menjaga ekosistem laut.

“Konsep Ekonomi Biru menyeimbangkan aktivitas ekonomi dengan pelestarian lingkungan. Salah satu bentuknya adalah rehabilitasi mangrove yang kini terus digalakkan di kawasan pesisir,” tambahnya.

Erwin menegaskan, Banyuasin mendukung pembangunan pelabuhan tersebut sepenuhnya, asalkan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.(*)

Example 120x600