Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
PalembangSUMSEL

Kriminalitas Ancam Wisata Palembang, Pemerintah Dorong “Quality Tourism” Bangkitkan Kepercayaan

×

Kriminalitas Ancam Wisata Palembang, Pemerintah Dorong “Quality Tourism” Bangkitkan Kepercayaan

Sebarkan artikel ini
Kriminalitas Ancam Wisata Palembang, Pemerintah Dorong “Quality Tourism” Bangkitkan Kepercayaan

Palembang, JITOE.com – Palembang tengah dihadapkan pada tantangan besar di sektor pariwisata. Aksi kriminalitas yang belakangan marak di sejumlah lokasi wisata seperti Benteng Kuto Besak dan Jembatan Ampera mulai menimbulkan rasa waswas di kalangan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Pemerintah pusat menilai kondisi ini tidak boleh dibiarkan karena dapat merusak citra kota dan menghambat pertumbuhan ekonomi lokal.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan, saat ini pihaknya bersama pemerintah daerah tengah fokus memperkuat konsep “quality tourism” atau pariwisata berkualitas. Fokus utamanya bukan lagi sekadar mendatangkan banyak wisatawan, melainkan memastikan mereka mendapatkan pengalaman yang aman dan berkesan, sekaligus mendorong masyarakat lokal agar merasakan manfaat ekonomi secara langsung.

“Kita dorong sekarang bagaimana wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik selama di Indonesia. Dan masyarakat setempat atau lokal bisa merasakan manfaatnya,” katanya.

Menurut Widiyanti, sektor pariwisata memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat akar rumput. Karena itu, kementerian kini menggandeng kepolisian dan pemerintah daerah untuk memberikan pelatihan di berbagai desa wisata. Tujuannya agar masyarakat punya keahlian dan peluang kerja baru di sekitar destinasi wisata.

Baca Juga:   Zona Kuning Lagi, Ombudsman Soroti SDM dan Pelayanan Publik Pagar Alam

Ia menilai, banyak kasus kriminalitas terjadi karena faktor ekonomi. Kurangnya lapangan pekerjaan sering kali membuat warga mencari jalan pintas yang justru menimbulkan keresahan. Melalui peningkatan keterampilan dan pemberdayaan, diharapkan mereka bisa memperoleh penghasilan yang lebih layak dan tidak lagi bergantung pada cara-cara yang salah.

Selain pelatihan, pemerintah daerah juga diminta rutin menggelar event dan festival lokal agar ekonomi masyarakat sekitar ikut bergerak. Kegiatan semacam ini dinilai mampu menghidupkan UMKM, meningkatkan hunian hotel, dan menciptakan efek domino yang positif bagi pelaku usaha kecil.

“Kalau ekonomi lokal bergerak, masyarakat akan ikut menjaga kenyamanan wisatawan. Itulah makna sebenarnya dari quality tourism,” kata Widiyanti.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji menambahkan, tata kelola lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pariwisata. Menurutnya, upaya menjaga keamanan harus menjadi prioritas karena rasa aman merupakan faktor pertama yang dicari wisatawan ketika berkunjung ke suatu daerah.

Baca Juga:   Gangguan Indikator Track, Operasional LRT Sumsel Sempat Terganggu

Bayu menilai, Palembang sebenarnya punya potensi besar untuk bangkit. Kota ini pernah berhasil menata wajahnya agar lebih ramah wisatawan. Ia percaya, dengan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri, kepercayaan pengunjung bisa dikembalikan.

Di sisi lain, Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang menyoroti maraknya aksi premanisme di sekitar lokasi wisata yang kerap membuat wisatawan enggan berkunjung. Ia menyebut, persoalan ini tidak lepas dari kondisi sosial ekonomi masyarakat yang masih terbatas.

Menurutnya, banyak pelaku premanisme sebenarnya tidak memiliki pekerjaan tetap. Karena itu, pemerintah daerah berupaya mengalihkan mereka ke kegiatan ekonomi yang lebih produktif, seperti mengelola parkir resmi, berdagang kuliner, atau menjual suvenir khas daerah.

“Kita ingin mereka ikut berkontribusi positif bagi wisata daerah, bukan malah meresahkan,” ujar Cik Ujang.

Ia menegaskan, Pemprov Sumsel akan berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI untuk memperketat pengawasan di kawasan wisata, sekaligus menindak tegas pelaku premanisme yang merusak citra pariwisata daerah.(*)

Example 120x600