Palembang, JITOE.com – Upaya pengamanan di kawasan wisata terus ditingkatkan menyusul mencuatnya dugaan pemalakan terhadap Om Mobi, seorang YouTuber Palembang. Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) pun menyatakan tidak akan memberi ruang bagi siapa pun yang mengganggu ketertiban umum, terlebih di lokasi strategis seperti objek wisata.
Kombes Pol Nandang Mukmin, selaku Kabid Humas Polda Sumsel, menyampaikan tindakan tegas akan diambil terhadap pelaku pemalakan, premanisme, maupun pungutan liar yang kerap meresahkan di area publik.
“Premanisme tidak punya tempat di Sumsel. Kami akan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” kata Nandang, Selasa (29/7/2025).
Ia juga menjelaskan kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) akan menjadi prioritas pengamanan, terlebih usai insiden dugaan pemalakan terhadap YouTuber Om Mobi di lokasi tersebut.
Patroli gabungan dari sejumlah satuan operasional telah dikerahkan untuk mengawasi titik-titik rawan di sekitar BKB dan sekitarnya. Nandang menyebut Ditsamapta akan melaksanakan patroli terbuka di siang dan malam hari secara berkala.
Sementara itu, Subdit Jatanras dari Ditreskrimum Polda Sumsel akan melakukan patroli tertutup serta operasi mobile (hunting) guna memburu pelaku kriminalitas jalanan dan tindakan premanisme lainnya.
Selain itu, jajaran di wilayah hukum Kota Palembang juga mendapat instruksi khusus. Polrestabes Palembang dan Polsek Ilir Barat I telah diminta untuk meningkatkan pengawasan, serta bersikap cepat dalam menanggapi laporan warga.
Nandang turut mengimbau masyarakat agar tidak takut melaporkan segala bentuk tindakan premanisme yang mereka saksikan atau alami langsung. Ia memastikan bahwa semua laporan akan diterima dan ditindaklanjuti, dan identitas pelapor dijamin aman.
Adapun saluran pengaduan yang dapat digunakan mencakup call center 110 dan berbagai kanal resmi milik kepolisian. Menurutnya, semua laporan dari masyarakat merupakan elemen penting dalam menciptakan ruang publik yang aman.(*)












