Palembang, JITOE.com – Lonjakan volume sampah di Kota Palembang yang sudah menyentuh angka 1.240 ton per hari mendorong pemerintah setempat mengambil langkah tegas. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, memerintahkan agar seluruh kelurahan di 18 kecamatan membentuk dan mengoperasikan bank sampah sebagai upaya memperkuat pengelolaan lingkungan.
Instruksi ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah Pemkot Palembang untuk mengurangi ketergantungan pada TPA dan mengembangkan pengelolaan sampah berbasis komunitas. Ratu Dewa menyampaikan tanggung jawab menjaga kebersihan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan bersama warga kota.
“Bank sampah bukan hanya tempat menabung sampah, tapi juga tempat membangun budaya bersih, ekonomi berbasis lingkungan, dan solidaritas warga. Program ini kami siapkan sambil menunggu realisasi proyek PLTS di kawasan Keramasan. Kami mohon dukungan semua pihak agar ini bisa berjalan optimal,” kata Ratu Dewa.
Dalam keterangannya, ia menekankan bank sampah berfungsi ganda—sebagai tempat pemilahan dan tabungan sampah, sekaligus sebagai pusat edukasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi warga.
Ia juga menyebutkan bahwa program ini disiapkan beriringan dengan rencana pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di kawasan Keramasan.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Palembang, Mustain, mengonfirmasi mayoritas sampah yang dihasilkan setiap hari berasal dari aktivitas rumah tangga. Menurutnya, bank sampah berpotensi menekan beban harian TPA jika dikelola dengan baik di tingkat lokal.(*)












