Palembang, JITOE.com – Pemerintah Kota Palembang tengah mengkaji penerapan pendidikan bergaya militer bagi siswa bermasalah. Wacana ini mencuat setelah munculnya sejumlah kasus kekerasan di kalangan pelajar yang belakangan viral dan mengkhawatirkan banyak pihak.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyampaikan bahwa program ini nantinya akan melibatkan unsur TNI dan Polri untuk membentuk karakter dan kedisiplinan siswa yang terlibat pelanggaran atau kenakalan. Ia menyebut, pendekatan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam menekan kekerasan pelajar.
Tak hanya mengandalkan aparat, Pemkot juga akan menggandeng tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga ketua RT di tiap wilayah untuk ikut serta mengawasi dan membimbing generasi muda agar kembali ke jalur positif.
Gagasan ini muncul menyusul beredarnya video perkelahian dua pelajar putri berseragam sekolah yang viral di media sosial. Insiden tersebut disebut terjadi pada Senin (29/04/2025) siang di kawasan Kenten Laut, tak lama setelah jam sekolah usai.
Dalam video berdurasi pendek itu, dua siswi terlibat baku hantam di pinggir jalan, disaksikan oleh beberapa pelajar lain. Peristiwa itu disebut melibatkan siswi dari SMP Negeri 41 Palembang.
Kekerasan di kalangan pelajar bukan kali pertama terjadi di Palembang. Pada akhir 2024 lalu, kasus pembunuhan seorang siswi oleh empat anak di bawah umur sempat menggemparkan publik.
Melihat tren kasus yang berulang, Pemkot Palembang menilai perlunya tindakan pencegahan yang lebih tegas dan menyentuh akar permasalahan. Salah satunya melalui pembinaan karakter secara intensif di luar jalur akademik formal.(*)












