Palembang, JITOE.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memastikan efisiensi anggaran dengan menghapus kegiatan seremonial. Langkah ini dilakukan agar penggunaan anggaran lebih terfokus pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan bahwa kegiatan seremonial yang tidak memiliki dampak langsung bagi warga sebaiknya dihilangkan. Ia menekankan bahwa anggaran Pemkot harus diprioritaskan untuk pelayanan publik, bukan sekadar acara seremonial.
“Efisien jangan sampai mengganggu layanan publik, pos anggaran harus diarahkan menyentuh pelayanan ke masyarakat,” katanya.
Menurutnya, pengalaman saat menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang membuatnya memahami pos anggaran mana yang bisa diefisienkan tanpa mengganggu layanan publik. Ia meminta semua jajaran Pemkot Palembang untuk bekerja secara maksimal dan disiplin dalam menjalankan tugas.
“Saya ingin semua pegawai bekerja dengan optimal. Jika ada pekerjaan yang diperintahkan, harus segera diselesaikan,” ujarnya. Ia juga menegaskan akan bersikap tegas terhadap pegawai yang tidak disiplin.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, menegaskan bahwa program-program prorakyat akan tetap berjalan tanpa kendala meski ada efisiensi anggaran.
“Kami tidak ada masalah, tidak lesu, dan tidak memotong anggaran,” jelas Prima.
Ia juga menyebut bahwa efisiensi ini tidak akan berdampak pada program prioritas, seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Beberapa program unggulan yang akan tetap berjalan antara lain seragam sekolah gratis untuk PAUD, SD, SMP, jaminan kesehatan, ambulans gratis, wifi gratis, kain kafan gratis, serta berbagai program lain yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
Menurutnya, Pemkot Palembang tetap optimis dalam menjalankan program tanpa ada pemotongan anggaran yang bisa menghambat kesejahteraan masyarakat.(*)












