Palembang, JITOE.com – Pemindahan pelabuhan Boom Baru ke Tanjung Carat menjadi salah satu langkah strategis yang tengah direncanakan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional, Palembang New Port. Rencana ini muncul karena kondisi Boom Baru dinilai tidak lagi mendukung kapal berukuran besar akibat sedimentasi dan tingginya risiko kecelakaan lalu lintas di sekitarnya.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru (HD), membahas hal tersebut saat menerima kunjungan Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Palembang, Kolonel Laut (P) Faisal, beserta jajaran di Kantor Gubernur Sumsel, Jumat (07/03/2025). Dalam pertemuan itu, ia menegaskan bahwa infrastruktur di lokasi baru harus dipersiapkan dengan baik agar pelabuhan yang baru dapat beroperasi secara optimal.
“Kita punya rencana besar untuk memindahkan Pelabuhan Boom Baru karena situasi saat ini sudah tidak memungkinkan. Infrastruktur harus dipersiapkan dengan baik, dan Lanal sebagai bagian dari pengamanan pelabuhan juga harus siap untuk menjaga kawasan ini,” kata HD.
Sementara itu, Danlanal Palembang menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Pihaknya berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga keamanan perairan, terutama di sekitar Sungai Musi yang menjadi jalur transportasi utama.
Saat ini, pengamanan sungai dilakukan dengan patroli rutin selama 12 jam setiap hari. Namun, melihat tingginya aktivitas kapal di perairan tersebut, Lanal mengusulkan agar pengawalan kapal dilakukan selama 24 jam.
“Untuk pembangunan Palembang New Port ke depan, kami siap mendukung dan segera menindaklanjutinya,” tandas Faisal.
Dengan pemindahan pelabuhan ke Tanjung Carat, diharapkan efisiensi logistik dapat meningkat dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan.(*)












