Palembang, JITOE.com – Meskipun waktu tunggu keberangkatan haji sejak pendaftaran mencapai 24 tahun, minat masyarakat Kota Palembang untuk menunaikan ibadah haji tetap tinggi. Kementerian Agama (Kemenag) Palembang mencatat peningkatan jumlah pendaftar haji mencapai 30 orang per hari sejak awal tahun 2025.
Plt Kepala Kanwil Kemenag Palembang, Abu Bakar, mengungkapkan bahwa lonjakan pendaftar ini menyebabkan petugas harus bekerja lembur hingga di luar jam kerja resmi, yang biasanya berlangsung dari pukul 07.30 hingga 16.00 WIB. Bahkan, mereka terkadang tetap melayani pendaftaran pada hari Sabtu dan Minggu.
“Kami tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal meskipun jumlah pendaftar terus meningkat. Kami bersyukur atas antusiasme masyarakat yang begitu tinggi untuk melaksanakan ibadah haji,” kata Abu Bakar, Senin (17/02/2025).
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Palembang, Wahidin, menjelaskan bahwa calon jamaah yang mendaftar tahun ini baru akan berangkat ke Tanah Suci pada 24 tahun mendatang.
“Mekanisme penentuan jadwal keberangkatan ini bergantung pada kuota haji di setiap provinsi dan jumlah pendaftar. Misalnya, di Kota Makassar, waktu tunggu keberangkatan bisa mencapai 40 tahun karena jumlah pendaftarnya lebih besar dibandingkan Palembang,” jelas Wahidin.
Dia juga mengungkapkan meski biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) tahun ini mengalami penurunan dari Rp56 juta menjadi Rp55 juta, Kemenag Palembang memastikan layanan haji tetap maksimal. Abu Bakar menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya memberikan fasilitas terbaik bagi jamaah, termasuk menyediakan menu makanan alternatif bagi jamaah yang memiliki kebutuhan khusus.
“Kami ingin memastikan semua jamaah mendapatkan pelayanan yang baik, termasuk dalam hal makanan. Jika ada jamaah yang kesulitan mengonsumsi nasi, kami juga menyediakan alternatif seperti bubur,” katanya.
Pada musim haji tahun 2025 ini, sebanyak 3.253 jamaah asal Palembang dijadwalkan akan diberangkatkan melalui Embarkasi Palembang.(*)












